Bisakah Strand Larsen Bawa Perubahan untuk Crystal Palace yang Sedang Terpuruk?

Situasi di Crystal Palace saat ini sedang berada di titik kritis, terutama setelah kepergian kapten Marc Guehi ke Manchester City yang membuat pelatih Oliver Glasner merasa "terabaikan sepenuhnya" oleh manajemen klub. Glasner mengungkapkan rasa frustrasinya atas kurangnya dukungan, terutama setelah Guehi dijual satu hari sebelum pertandingan Premier League yang penting.

Kondisi ini diperparah dengan performa tim yang menurun drastis, terlihat dari rentetan tanpa kemenangan selama 12 laga terakhir di semua kompetisi. Bahkan, Palace mengalami kejutan besar di FA Cup setelah dikalahkan oleh tim tingkat enam, Macclesfield, yang menjadi salah satu kekalahan terbesar dalam sejarah turnamen tersebut.

Peran Jorgen Strand Larsen Sebagai Harapan Baru

Di tengah kesulitan tersebut, Crystal Palace membuat gebrakan pada akhir jendela transfer Januari dengan mendatangkan penyerang asal Norwegia, Jorgen Strand Larsen, dari Wolves. Pemain berusia 25 tahun ini menandatangani kontrak selama empat setengah tahun dengan nilai transfer hingga 50 juta euro dan akan mengenakan nomor punggung 22.

Transfer ini dianggap sebagai simbol rekonsiliasi manajemen dengan Glasner yang merasa diabaikan, sekaligus sebagai upaya membalikkan tren negatif Palace yang kini bertengger di posisi ke-15 klasemen Premier League, hanya sembilan poin di atas zona degradasi.

Kemungkinan Formasi dan Peran di Lini Serang

Strand Larsen memiliki gaya bermain yang mirip dengan Jean-Philippe Mateta, yaitu sebagai striker dengan kekuatan fisik dan kemampuan bermain dengan punggung menghadap gawang. Namun, ada pertanyaan apakah Glasner akan menggunakan Strand Larsen bersama Mateta sebagai duet striker atau menggantikan Mateta sebagai penyerang tunggal utama.

Menghadapi masalah cedera yang dialami Mateta dan kemungkinan operasi menjelang Piala Dunia, striker Norwegia tersebut berpotensi diposisikan sebagai ujung tombak utama tanpa mengubah skema permainan yang ada.

Statistik dan Kualitas Strand Larsen di Wolves

Selama dua musim bersama Wolves, Strand Larsen menunjukkan kontribusi yang signifikan, dengan 14 gol dan empat assist dalam 35 laga Premier League musim lalu. Ia juga dikenal karena kerja kerasnya, dengan 566 duel yang dilakukannya, khususnya duel udara sebanyak 305 kali, angka tertinggi di timnya.

Strand Larsen memiliki akurasi tembakan sebesar 69% dan tingkat konversi gol sebesar 26%, yang jauh lebih baik dibanding pemain lain seperti Matheus Cunha. Kemampuan ini membuatnya menjadi sosok yang diharapkan bisa membangkitkan lini depan Crystal Palace.

Strand Larsen Sebagai Kunci Kebangkitan Palace

Dengan karakteristik yang memungkinkan berperan sebagai target man maupun striker pendukung, serta kemampuan bermain satu lawan satu, Strand Larsen bisa menjadi katalis perubahan performa Palace. Keberadaannya berpotensi memacu pemain lain untuk menemukan kembali performa terbaik mereka dan membantu tim keluar dari masa sulit saat ini.

Berita Terkait

Back to top button