Inter Milan melihat Chelsea dan Arsenal sebagai contoh ideal dalam strategi rekrutmen pemain muda. Presiden Inter, Giuseppe Marotta, menyoroti pendekatan kedua klub Inggris tersebut sebagai langkah yang harus ditiru klub-klub Italia untuk keberlanjutan jangka panjang.
Marotta menyampaikan pendapat tersebut menjelang laga perempat final Coppa Italia melawan Torino. Inter tengah dalam performa prima, berstatus pemimpin klasemen Serie A dan tampil di babak play-off Liga Champions melawan Bodo/Glimt.
Perbandingan Rata-Rata Usia Pemain
Inter memilih skuad berpengalaman dengan rata-rata usia pemain utama mencapai 27,8 tahun, hanya sedikit lebih muda dari Napoli dan Lazio yang mencapai 28,2 tahun. Sementara itu, Arsenal dan Chelsea menurunkan skuad yang jauh lebih muda, masing-masing rata-rata usia 23,4 dan 25,6 tahun.
Kebijakan transfer Chelsea yang sudah diubah sejak akuisisi oleh BlueCo berfokus pada pemain muda. Pada bursa transfer musim panas lalu, pemain tertua yang didatangkan adalah Joao Pedro yang baru berusia 23 tahun.
Marotta menilai pendekatan ini sebagai konsep berkelanjutan yang wajib diadopsi oleh klub Italia. “Chelsea baru-baru ini melakukan perubahan, sementara Arsenal sudah menerapkannya untuk beberapa waktu,” kata Marotta. Ia menambahkan, “Arsenal mengalihkan investasi dari pasar pemain ke pengembangan stadion, dan hal itu membuahkan hasil.”
Proyek Stadion Baru Inter Milan
Selain fokus pada pemain muda, Marotta juga membahas rencana penghancuran dan pembangunan stadion baru menggantikan San Siro. Stadion ikonik yang dipakai bersama dengan AC Milan sejak 1947 tersebut kini dikuasai oleh Inter setelah membayar 197 juta euro kepada pemerintah kota.
Stadion baru akan dibangun di dekat lokasi eksisting dan diharapkan selesai sebelum Juli mendatang yang bertepatan dengan ajang Euro 2032. Meski kapasitasnya akan berkurang sekitar 4.000 kursi, investasi ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan klub.
Marotta menjelaskan, saat ini Inter dan Milan berada di angka pendapatan sekitar 80 juta euro per musim, jauh di bawah Real Madrid dan Barcelona yang mencatat 250 hingga 300 juta euro. “Madrid menargetkan pendapatan lebih dari 500 juta euro,” jelasnya. “Dengan stadion baru, kami dapat menggandakan pendapatan dari hari pertandingan dan kegiatan sepanjang minggu.”
Pendekatan investasi ini dirancang untuk mengejar ketertinggalan finansial Inter dari klub-klub raksasa Eropa, sekaligus mempertahankan daya saing dalam jangka panjang.
Daftar prioritas yang disarankan Marotta bagi klub Italia:
- Fokus pada rekrutmen pemain muda yang berkualitas.
- Alihkan investasi ke pengembangan infrastruktur klub, terutama stadion.
- Tingkatkan pendapatan dari hari pertandingan dan aktivitas komersial.
Arahan ini menunjukkan tekad Inter untuk mengikuti jejak klub Eropa besar dan menjaga kemapanan finansial serta performa di kancah nasional dan internasional.
