
Pelatih Oliver Glasner mengaku tidak kaget ketika mengetahui Jean-Philippe Mateta gagal melewati tes medis di AC Milan. Ia justru menaruh harapan besar kepada Jørgen Strand Larsen yang didatangkan sebagai pengganti striker asal Prancis tersebut.
Mateta sempat siap meninggalkan Crystal Palace untuk bergabung dengan Milan dengan nilai transfer sekitar 30 juta euro. Namun, temuan masalah cedera lutut membuat Rossoneri membatalkan kesepakatan di detik-detik terakhir bursa transfer Januari.
Glasner mengungkapkan bahwa seluruh pihak di klub sebenarnya menginginkan Mateta mendapat kesempatan pindah. “Kami berharap JP bisa mendapatkan apa yang ia inginkan sekaligus mendatangkan Jørgen dan juga Dwight McNeil, beserta pengganti Marc Guehi,” katanya.
Pilihan tindak lanjut penanganan cedera Mateta masih terbuka, apakah menjalani operasi atau dikelola konservatif sampai usai World Cup mendatang. “JP bermimpi bermain di Piala Dunia, jadi kami akan putuskan langkah terbaik minggu depan,” ujar Glasner.
Musim ini, Mateta sudah mencetak 10 gol di semua kompetisi, paling banyak dibandingkan pemain lain di Crystal Palace. Absennya Mateta tentu jadi kehilangan besar bagi tim.
Namun Glasner yakin Strand Larsen yang baru diboyong dari Wolves seharga 48 juta pound mampu mengisi kekosongan tersebut. Meski performa Larsen di Premier League belum impresif, ia menunjukkan mental dan karakter yang dibutuhkan sebagai striker tinggi dan fisikal.
Pelatih asal Austria itu menegaskan, “Kami memang mencari nomor 9 yang tinggi dan kuat. Jørgen punya mentalitas dan kepribadian luar biasa, yang sudah terlihat selama latihan pekan ini.”
Strand Larsen diharapkan segera menyesuaikan diri supaya bisa menutup peran Mateta dengan baik di lini serang Crystal Palace. Klub pun menaruh kepercayaan penuh kepada penyerang asal Norwegia tersebut dalam menghadapi sisa musim Premier League.
Berbagai faktor penilaian dari segi profil pemain dan sikap menjadi dasar transfer besar ini. Glasner yakin langkah Crystal Palace mendatangkan Strand Larsen merupakan upaya tepat untuk menjaga kualitas skuad di tengah tantangan cedera pemain kunci.





