
Hearts of Oak menunjukkan performa luar biasa dengan mengalahkan Asante Kotoko 1-0 meskipun hanya bermain dengan 10 pemain dalam laga Ghana Premier League di Baba Yara Stadium pada hari Minggu. Kemenangan ini mengakhiri rekor tak terkalahkan Kotoko di kandang sendiri setelah 10 pertandingan beruntun.
Kotoko bermain dengan tekanan berat setelah pelatih mereka, Karim Zito, mengundurkan diri dalam pekan yang sama. Prince Yaw Owusu mengambil alih sebagai pelatih sementara dengan bantuan asisten Mohammed Hamza Obeng.
Hearts of Oak unggul cepat pada menit ke-14 berkat gol sundulan dari bek Baba Adamu yang memanfaatkan tendangan bebas berbahaya. Meski Emmanuel Amankwah dari Hearts harus keluar lapangan akibat kartu merah kedua di babak pertama, tim tamu tetap bertahan kokoh.
Setelah itu, Hearts fokus bermain defensif dengan rapat dan menahan gempuran serangan dari Kotoko sepanjang sisa pertandingan. Benjamin Asare, kiper Hearts, tampil cemerlang dan mendapat penghargaan man of the match karena beberapa penyelamatan penting.
Pelatih Hearts, Didi Dramani, menilai hasil ini vital untuk menjaga tekanan pada pemimpin klasemen Medeama. Dramani mengatakan, “Ini hanya laga liga, tapi kami harus menang untuk tetap mengejar Medeama,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih interim Kotoko, Prince Owusu, mengakui kekalahan ini sangat berpengaruh pada perjuangan timnya. Ia menegaskan, “Kemenangan ini membuat musim kami semakin sulit, tapi kami masih berjuang sampai akhir,” katanya.
Beberapa poin penting dari pertandingan ini:
1. Kotoko gagal mempertahankan rekor tak terkalahkan di kandang setelah 10 laga.
2. Hearts of Oak mencuri kemenangan langka di markas Kotoko yang terkenal sulit.
3. Kemenangan membuat Hearts semakin dekat dengan Medeama, hanya terpaut lima poin.
4. Kotoko kini di luar posisi empat besar dan harus segera bangkit.
Hasil ini menambah tensi persaingan di papan atas Ghana Premier League. Hearts of Oak menunjukkan daya juang tinggi sekaligus membuktikan ketangguhan mereka saat dikurangi jumlah pemain. Sementara itu, Kotoko menghadapi tekanan berat untuk memperbaiki performa demi mempertahankan harapan gelar juara.





