
Lukas Podolski, mantan bintang Arsenal dan juara Piala Dunia 2014 bersama Jerman, kini sedang mendekati akhir kariernya sebagai pemain sepak bola. Namun, keterlibatannya dengan klub Polandia Gornik Zabrze terus meningkat, tidak hanya sebagai pemain, tapi juga sebagai salah satu pemegang saham klub.
Podolski terakhir kali bermain pada bulan Desember lalu ketika membantu Gornik melawan Lechia Gdansk. Sejak itu, ia banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan sambil terus mendukung rekan setimnya. Ia belum memutuskan apakah akan terus bermain musim depan atau mengakhiri kariernya.
“Bisa jadi saya akan terus bermain, atau saya akan terlibat dalam aspek lain klub. Saya ingin membantu Gornik baik di dalam maupun di luar lapangan,” kata Podolski dalam wawancara eksklusif dengan Flashscore. Ia menambahkan, usianya yang hampir 41 tahun membuatnya harus mempertimbangkan banyak hal.
Pada bulan Desember, ia resmi menjadi pemilik 8,3 persen saham Gornik Zabrze melalui perusahaan LP Holding GmbH. Posisi ini menjadikannya pemegang saham terbesar kedua di klub. Dengan perspektif baru tersebut, Podolski mengamati perkembangan positif yang dialami tim besutan Michal Gasparik.
Meski Gornik kini duduk di posisi kedua klasemen Liga Ekstraklasa Polandia dengan hanya dua poin tertinggal dari pemuncak Jagiellonia, Podolski tetap realistis soal peluang juara. “Kami bukan favorit juara sebab fasilitas dan kondisi kami terbatas,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa target klub bukanlah gelar juara saat musim dimulai. “Namun dalam sepak bola, segala sesuatu mungkin terjadi. Kami akan berjuang dan melihat posisi kami pada bulan Mei,” jelas Podolski. Baginya, pencapaian di atas lapangan maupun kemajuan klub secara keseluruhan sudah merupakan hal yang membanggakan.
Selain fokus pada Gornik, perhatian Podolski juga tertuju pada masa depan putranya, Louis, yang kini bermain di tim U19 klub. Pemuda berusia 17 tahun itu tampil impresif dengan mencetak empat gol musim ini. Podolski tidak memberikan tekanan berlebih pada Louis untuk mengikuti jejaknya menjadi pesepakbola profesional.
“Saya ingin dia menemukan jalannya sendiri. Mungkin dia akan memilih bermain bola, mungkin juga memilih jalur lain seperti studi. Yang penting dia mengambil keputusan dan berkomitmen dengan pilihan itu,” ungkap Podolski. Ia siap memberikan dukungan apapun yang diputuskan putranya kelak.
Gornik Zabrze sendiri sedang membangun harapan baru. Kehadiran sosok berpengalaman seperti Podolski diharapkan memperkuat mental dan kualitas tim. Meski belum berbicara soal gelar juara, para penggemar sudah mulai membayangkan peluang untuk mengakhiri puasa gelar sejak musim 1987/88.
Jika sukses merebut gelar, Gornik akan menyamai catatan Legia Warsaw sebagai klub dengan gelar juara liga terbanyak Polandia. Dengan dukungan dari pemain sekaligus pemilik seperti Podolski, ambisi itu terasa semakin dekat dan realistis.





