
Manchester City semakin menekan Arsenal dalam perebutan gelar juara Liga Primer setelah meraih kemenangan penting 2-1 atas Newcastle. Kemenangan ini membuat posisi Man City hanya tertinggal dua poin dari Arsenal di puncak klasemen.
Meski begitu, manajer Pep Guardiola tidak mengharapkan timnya bisa mempertahankan catatan sempurna hingga akhir musim. Guardiola menilai performa skuadnya masih harus terus ditingkatkan untuk menghadapi sisa kompetisi.
Kemenangan ‘Masif’ Hadapi Newcastle
City menunjukkan ketangguhan saat menghadapi tim kuat Newcastle yang mengandalkan fisik dan permainan cepat. Dua gol dari Nico O’Reilly, pencetak gol pertama Man City di Liga Primer, menjadi penentu kemenangan tim di Etihad Stadium.
Usai pertandingan, Guardiola menyebut kemenangan itu “massive” dan menegaskan timnya harus bekerja keras mempertahankan keunggulan sampai peluit akhir. Ia juga memuji dukungan suporter yang hadir dengan antusiasme luar biasa.
Tekanan ke Arsenal di Liga Primer
Arsenal baru saja kehilangan poin saat ditahan imbang 2-2 oleh Wolves. Mereka akan menghadapi pertandingan sulit melawan Tottenham Hotspur dalam derby London Utara. Jika Arsenal gagal menang, Man City berpeluang mengambil alih puncak klasemen lewat laga tunda yang mereka miliki.
Guardiola mengingatkan bahwa perjalanan menuju gelar masih panjang dan penuh tantangan. City harus tetap waspada karena Arsenal juga merupakan tim yang tangguh.
Persiapan Hadapi Sisa Musim
Guardiola mengakui sebagian besar pemainnya belum banyak pengalaman dalam situasi perebutan gelar sengit seperti ini. Meski telah menang lima kali beruntun, ia menekankan perlunya fokus dan peningkatan performa secara konsisten.
Selain Liga Primer, City juga masih berlaga di ajang Liga Champions, Piala FA, dan Carabao Cup. Manajer asal Spanyol itu memperkirakan akan ada banyak tantangan, termasuk cedera pemain.
Ia menegaskan: "Kami tidak akan menang di semua pertandingan. Tapi kami harus tetap tenang dan fokus menghadapi tiap laga, mulai dari pertandingan melawan Leeds."
Catatan Rekor etihad
Manchester City unggul signifikan saat bermain di kandang, menang 16 dari 19 laga terakhir. Arsenal dijadwalkan bertemu City di Etihad pada April mendatang, yang kemungkinan akan menjadi momen krusial menentukan juara.
Pengalaman Guardiola dalam membawa City menyalip Arsenal pada akhir musim sebelumnya dengan kemenangan sembilan laga terakhir menjadi modal berharga dalam persaingan kali ini.
Perebutan gelar antara Man City dan Arsenal dipastikan akan semakin memanas pada pekan-pekan mendatang. Guardiola dan timnya bertekad memaksimalkan setiap peluang meski sadar akan kesulitan yang bakal dihadapi.





