
Bernardo Silva kini berada dalam posisi berisiko tinggi jelang pertandingan krusial melawan Arsenal. Pemain Manchester City itu telah menerima kartu kuning dalam tiga pertandingan Liga Premier secara beruntun.
Kapten City tersebut telah mengantongi total delapan kartu kuning musim ini. Kartu kuning terakhir didapat dari wasit Thomas Bramall setelah pelanggaran dan protes dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 2-1 atas Newcastle United.
Dalam aturan Liga Premier, pemain akan terkena larangan bermain selama dua pertandingan jika mengumpulkan 10 kartu kuning. Namun, akumulasi kartu ini akan direset setelah pertandingan ke-32 musim ini.
Manchester City telah mencatatkan 28 kemenangan sebelum menjalani empat laga sisa melawan Leeds United, Nottingham Forest, West Ham United, dan Chelsea. Pertemuan penting dengan Arsenal di Stadion Etihad menjadi pertandingan ke-33 dan persis setelah reset kartu.
Jika Bernardo Silva menerima dua kartu kuning lagi sebelum pertandingan ke-33, dia kemungkinan besar absen saat melawan Arsenal pada 18 April. Absennya Silva pada laga tersebut bisa berdampak besar pada peluang City dalam perebutan gelar.
Perlu dicatat, kartu kuning di Liga Premier tidak berlaku untuk kompetisi domestik lain. Artinya, pertandingan final Carabao Cup melawan Arsenal dan laga Piala FA melawan Newcastle tidak mempengaruhi status akumulasi kartu Silva.
Penampilan Silva selama ini sangat berkontribusi dalam mempertahankan posisi City dalam perebutan gelar Premier League. Pelatih Pep Guardiola bahkan ingin Silva memperpanjang kontraknya yang akan habis pada akhir musim.
Selain Manchester City, klub-klub seperti Benfica, Juventus, dan Chicago Fire juga menunjukkan minat serius untuk merekrut Silva jika ia keluar sebagai pemain bebas transfer. Situasi kontrak dan risiko absen membuat perhatian tertuju pada fase akhir musim ini bagi pemain berusia 31 tahun tersebut.





