Mengapa Everton Berpotensi Kesulitan Hadapi Manchester United yang Kembali Kuat di Bawah Michael Carrick

Michael Carrick membawa transformasi signifikan ke Manchester United yang kini tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan terakhir Liga Premier (menang lima, imbang empat). Rekor tanpa kekalahan ini merupakan rangkaian terpanjang sejak awal tahun hingga Mei 2021, menunjukkan kebangkitan tim yang sebelumnya mengalami masa sulit.

Sebaliknya, Everton menunjukkan penurunan performa di kandang dengan lima kekalahan dari sembilan pertandingan terakhir mereka di stadion Hill Dickinson. Catatan ini sama banyaknya dengan kekalahan Everton dalam 28 laga sebelumnya. David Moyes tahu bahwa kemenangan akan memperkecil jarak dengan United menjadi lima poin, yang berarti tiket Liga Europa musim depan sangat mungkin diraih.

Performa dan Statistik Kedua Tim

Everton mendapat dorongan dari Kiernan Dewsbury-Hall, pencetak gol kemenangan sebelumnya, yang jika mencetak gol lagi akan membuatnya jadi pemain Inggris pertama sejak 1978/79 yang mencetak gol di kedua pertandingan Everton melawan United. Namun, tanpa Jack Grealish yang cedera, pasokan bola ke lini depan Everton jadi sangat terbatas. Grealish masih pemain dengan assist terbanyak Everton musim ini dan pencipta peluang tertinggi, sehingga absensinya sangat terasa.

Manchester United juga memiliki striker dalam performa puncak, Bryan Mbeumo, yang sudah mencetak sembilan gol musim ini, termasuk empat gol pembuka pertandingan. Mbeumo juga mencatatkan 29 tembakan tepat sasaran, terbanyak di timnya, memberikan ancaman nyata bagi Everton.

Faktor Pengalaman dan Rekor Head-to-Head

Sebagai mantan anak asuh Moyes, Carrick memahami gaya permainan Everton dan siap menghadapi tantangan dari pelatih yang sudah mengenalnya. United merupakan tim dengan kemenangan terbanyak atas Everton dalam sejarah Liga Premier, dengan 19 kemenangan di laga tandang dan 42 total kemenangan. Selain itu, keberhasilan Moyes menjaga timnya untuk selalu memberikan effort penuh selama 90 menit bisa menjadi kunci bagi Everton tetap bersaing.

Namun, Everton yang tampil inkonsisten di kandang musim ini (4 menang, 4 imbang, 5 kalah) harus memperbaiki performa untuk mengimbangi pertahanan solid Manchester United yang sudah kuat. Menariknya, Everton berhasil tidak kalah dalam dua pertemuan terakhir dan meraih kemenangan di pertemuan pertama musim ini, hal yang belum pernah terjadi sejak 2013/14 jika mereka mampu mengulanginya.

Kelemahan dan Peluang

Everton tercatat sebagai tim dengan jumlah operan terendah di Liga Premier sampai saat ini, hanya 9.919 operan, serta menempati posisi kedua dari bawah untuk tembakan tepat sasaran, hanya 85 kali. Sebaliknya, United menunjukkan dominasi dengan tembakan tepat sasaran terbanyak yakni 148 tembakan, dan total tembakan kedua terbanyak yaitu 417 kali. Tingkat konversi tembakan kedua tim sama-sama 15 persen, menunjukkan efisiensi peluang yang seimbang.

Kedua tim juga memiliki rekor mencetak gol terbanyak pada 15 menit terakhir pertandingan. Everton sudah mengemas 10 gol di periode ini, sedangkan United 13 gol. Ini memberi indikasi bahwa laga diprediksi berlangsung sengit dan berpotensi berakhir dengan gol-gol krusial di menit-menit akhir.

Manchester United masuk ke laga ini dengan catatan impresif, belum pernah kehilangan satu pertandingan pun pada tahun kalender ini di Liga Premier. Everton wajib meningkatkan intensitas permainan dan mengatasi keterbatasan pemain kunci jika ingin memberi perlawanan kuat pada tim besutan Carrick yang tengah termotivasi tinggi.

Kondisi pemain, strategi permainan, dan pengalaman taktikal Michael Carrick yang luas sebagai pelatih menjadi faktor utama yang membuat Everton diprediksi akan kesulitan mengalahkan tim Manchester United yang kini tampil penuh percaya diri. Namun, dengan sejarah pertemuan yang ketat dan motivasi tinggi, pertandingan ini tetap sulit untuk diprediksi hasil akhirnya secara pasti.

Berita Terkait

Back to top button