
Manchester City kembali gagal mengamankan kemenangan saat menjamu Nottingham Forest di Etihad Stadium. Pertandingan yang berlangsung ketat tersebut berakhir dengan hasil imbang 2-2, membuat peluang City dalam perburuan gelar Premier League semakin berat.
Nottingham Forest tampil mengejutkan dengan semangat tinggi meskipun tengah berjuang keluar dari zona degradasi. Di bawah arahan pelatih baru Vitor Pereira, Forest mampu menahan gempuran Manchester City yang dominan dalam penguasaan bola mencapai 75% pada 15 menit awal pertandingan.
Pep Guardiola melakukan beberapa perubahan taktikal, memasukkan Phil Foden untuk menambah daya gedor. Bernardo Silva juga mencatatkan pertandingan ke-350 bersama City, menunjukkan pengalaman dan kualitas tinggi dalam skuad juara bertahan ini.
Forest langsung menunjukkan niat menyerang dengan tiga tembakan dalam dua menit pertama. Hal ini menepis anggapan bahwa mereka akan pasif menghadapi tim sekelas City. Elliot Anderson dan Nicolas Dominguez menjadi motor utama penguasaan bola dan pertahanan Forest di lini tengah.
Manchester City unggul terlebih dahulu lewat gol Antoine Semenyo yang memanfaatkan assist dari Rayan Cherki. Semenyo semakin menunjukkan pengaruh besar sejak bergabung dengan Forest dengan torehan tujuh gol dan dua assist di liga musim ini. Namun keunggulan ini tidak bertahan lama.
Morgan Gibbs-White menyamakan kedudukan dengan gol tangan belakangnya yang cerdik. Gol tersebut menambah semangat Forest dan membuktikan bahwa mereka bukan lawan yang mudah bagi City. Kedua tim saling serang hingga menit ke-60 saat Rodri berhasil membawa City kembali unggul lewat sundulan tajam dari sepak pojok.
Momentum berubah drastis ketika Elliot Anderson mencetak gol indah untuk kedua kalinya, memanfaatkan kelengahan lini belakang City. Gol ini memaksa para pendukung tuan rumah terdiam dan meninggalkan Guardiola frustrasi di pinggir lapangan.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi City dalam jumlah peluang dan penguasaan bola dengan 774 operan, 21 percobaan tembakan, serta 24 umpan silang. Namun konversi menjadi gol yang buruk membunuh keunggulan mereka sendiri.
Berikut rangkuman faktor yang membuat Forest berhasil menghambat misi gelar City:
1. Disiplin bertahan tinggi, terutama di kotak penalti.
2. Pemanfaatan peluang menjadi gol oleh Semenyo dan Gibbs-White.
3. Kinerja impresif pemain tengah seperti Anderson dan Dominguez dalam duel dan penguasaan bola.
4. Ketangguhan lini belakang, termasuk bola yang berhasil digagalkan tepat waktu.
Hasil ini membuat Arsenal semakin menjauh di puncak klasemen dengan keunggulan tujuh poin atas City. Sementara itu, satu poin yang didapat Forest sangat berarti dalam perlawanan mereka untuk bertahan di kasta tertinggi Liga Inggris.
Partai Etihad yang berlangsung dramatis dan nyaris dimenangkan oleh City ini menjadi bukti bahwa persaingan di liga masih sangat ketat. Nottingham Forest membuktikan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan sengit kepada kandidat juara meski dalam posisi sulit.
Dengan poin yang hilang dari rumah sendiri, City kini harus kerja ekstra keras di laga-laga berikutnya agar peluang mempertahankan gelar tetap terjaga. Sementara Nottingham Forest mendapat suntikan moral untuk terus memperjuangkan nasib mereka di liga.





