
Bukayo Saka mengalami penurunan performa musim ini, yang membuat penampilan sang penyerang Arsenal tidak seperti biasanya. Dalam pertandingan melawan Bayer Leverkusen, Saka kesulitan menembus pertahanan lawan dan akhirnya digantikan pada menit ke-60.
Pelatih Mikel Arteta mengakui bahwa Saka dan beberapa pemain penyerang Arsenal lain kesulitan menemukan ritme permainan. Meski demikian, Arteta memuji pengganti Saka, Noni Madueke, yang langsung berkontribusi positif dengan memenangkan penalti.
Saka baru mencetak dua gol dalam 19 pertandingan musim ini, dengan keterlibatan gol menurun signifikan dibandingkan sebelumnya. Ia hanya mengemas sembilan gol dan lima assist dalam 39 penampilan di semua kompetisi, terendah sejak menjadi starter reguler Arsenal.
Masalah fisik turut berperan dalam penurunan performa Saka. Cedera hamstring yang sempat dialaminya setelah musim lalu memaksanya menjalani operasi dan menimbulkan gangguan ritme bermain. Selain itu, cedera hamstring kembali menyerang di awal musim dan cedera pinggul membuatnya absen beberapa kali.
Manajemen beban bermain dan rotasi pemain menjadi strategi Arsenal untuk menjaga Saintiam ini agar tidak cedera berkepanjangan. Namun, pola rotasi itu menyebabkan Saka belum konsisten bermain sebagai starter, hal baru yang dialaminya musim ini.
Data pelacakan GeniusIQ menunjukkan Saka tidak mengalami penurunan fisik signifikan. Kecepatan maksimal dan jumlah sprint per 90 menit justru meningkat dibandingkan musim sebelumnya. Namun, produktivitasnya menurun dalam aspek menembak dan menciptakan peluang.
Faktor taktik juga memengaruhi. Permainan di Premier League kini lebih ketat dengan blok pertahanan dalam yang membuat ruang serang sangat terbatas. Kesempatan Saka melakukan satu lawan satu dengan bek sayap lawan menurun lebih dari 10 persen.
Selain itu, Saka belum bisa mendapat chemistry yang sama dengan beberapa rekan barunya. Hubungannya dengan playmaker Martin Odegaard yang selama ini penting, terganggu karena Odegaard sering absen. Adaptasi dengan winger lain seperti Eberechi Eze dan Viktor Gyokeres juga masih berjalan.
Peranan bek kanan juga penting bagi efektivitas Saka. Sebelumnya, Ben White yang kini kurang dipercaya memiliki koneksi khusus dengan Saka, selalu memberikan umpan yang memudahkannya berlari ke depan. Jurrien Timber yang menggantikan posisi White tidak seirama dengan gaya permainan Saka.
Meski demikian, Arsenal memiliki opsi lain yang menjanjikan lewat kehadiran Madueke. Pemain muda ini menunjukkan gaya bermain berbeda dan mampu membuka pertahanan lawan dengan cara yang lebih langsung dan agresif.
Arteta harus memprioritaskan mengembalikan performa terbaik Saka sebagai pemain kunci Arsenal. Memperkuat chemistry antar pemain dan menyesuaikan taktik untuk memberikan ruang lebih banyak bagi Saka menjadi hal penting.
Dengan dukungan tim dan pemulihan fisik yang tepat, peluang Saka untuk kembali menemukan bentuk terbaiknya masih terbuka lebar. Arsenal juga mendapat tambahan kekuatan dari Madueke yang menambah persaingan di lini depan.





