Newcastle United belum mencari pengganti Eddie Howe untuk saat ini, menurut chief executive David Hopkinson. Ia menegaskan klub akan membahas masa depan sang pelatih pada akhir musim, bukan ketika kompetisi masih berjalan.
Hopkinson menepis spekulasi soal perubahan cepat di kursi pelatih saat Newcastle masih fokus menyelesaikan tujuh laga tersisa. Ia juga menyebut klub tidak sedang menggelar pembicaraan internal tentang pergantian manajer dalam waktu dekat.
Situasi Howe di Newcastle
Howe sejauh ini memberi hasil besar selama menangani Newcastle. Ia membawa klub lolos ke Liga Champions pada musim 2022-23 dan 2024-25, sekaligus mengakhiri penantian 70 tahun untuk trofi domestik besar saat Newcastle menjuarai Piala Liga pada Maret lalu usai mengalahkan Liverpool di Wembley.
Namun, musim ini berjalan lebih berat bagi Newcastle. Tim berada di posisi ke-12 klasemen Premier League dan sempat mendapat cemoohan suporter setelah kalah 1-2 dari rival Sunderland di kandang sebelum jeda internasional.
Kekalahan itu memperburuk tekanan di St James’ Park, terutama karena Newcastle juga sempat tersingkir dengan cara menyakitkan di Liga Champions. Mereka kalah 7-2 dari Barcelona pada leg kedua babak 16 besar, setelah pada leg kandang hanya bermain imbang 1-1.
Pernyataan resmi dari klub
Saat klub merilis laporan keuangan terbaru, Hopkinson menegaskan posisi Howe masih aman untuk sementara. “Eddie adalah manajer kami. Saya berharap bisa menjalani akhir musim yang bagus bersama dia, dan kami akan membicarakan masa depan ketika waktunya tiba,” kata Hopkinson.
Ia menambahkan bahwa klub saat ini tidak menempatkan isu pergantian pelatih sebagai prioritas. Menurutnya, fokus Newcastle adalah pertandingan-pertandingan yang tersisa dan bukan spekulasi soal musim panas.
- Newcastle tidak mencari pengganti Howe saat ini.
- Klub belum membuka pembicaraan soal perubahan pelatih.
- Fokus utama ada pada tujuh laga sisa musim ini.
- Masa depan Howe akan dibahas pada akhir musim.
- Kekalahan derby dari Sunderland tetap dianggap serius oleh klub.
Hopkinson juga menolak anggapan bahwa hasil buruk terakhir tidak berdampak besar bagi internal klub. Ia mengatakan kekalahan dari Sunderland telah meninggalkan kesan kuat dan dibahas langsung bersama Howe dalam pertemuan empat mata belum lama ini.
Ambisi besar Newcastle di tengah tekanan
Musim ini Newcastle sebenarnya datang dengan ekspektasi tinggi meski melepas Alexander Isak ke Liverpool. Klub kemudian mengeluarkan sekitar £240 juta untuk mendatangkan Nick Woltemade, Anthony Elanga, Yoane Wissa, Jacob Ramsey, dan Malick Thiaw.
Investasi besar itu membuat publik menaruh harapan Newcastle bisa bersaing di papan atas. Namun, hasil di lapangan belum sepenuhnya sejalan dengan belanja besar tersebut, sehingga posisi Howe kembali jadi sorotan.
Meski begitu, Hopkinson menekankan klub tidak berada dalam mode panik. Newcastle dijadwalkan kembali bermain melawan Crystal Palace pada 12 April, dengan jarak enam poin dari enam besar Premier League yang masih bisa dikejar.
