
Enzo Fernández kembali jadi sorotan setelah pernyataannya dalam sebuah wawancara dinilai menunjukkan kekaguman besar kepada Toni Kroos. Gelandang Chelsea itu juga sempat menyampaikan rasa sedihnya saat Kroos mengumumkan pensiun, sehingga memunculkan pertanyaan baru soal siapa sebenarnya idola Enzo di sepak bola Eropa.
Dalam wawancara tersebut, Enzo menyinggung kualitas Kroos saat Chelsea menghadapi Real Madrid di Bernabéu. Ia mengatakan sebagai pemain tengah, dirinya selalu memperhatikan lawan di lini tengah, termasuk Kroos, lalu menyebut duel di Liga Champions saat Chelsea tersingkir di babak perempat final sebagai salah satu momen yang membuatnya semakin menghargai level permainan sang gelandang Jerman.
Kagum pada Kroos dan Modric
Enzo tidak hanya menyebut Kroos, tetapi juga memasukkan Luka Modrić dalam daftar pemain yang menurutnya sangat berkelas. Namun, ia memberi penekanan khusus pada Kroos saat berbicara tentang kecerdasan bermain, kontrol tempo, dan pengaruh besar sang pemain terhadap cara Real Madrid menguasai pertandingan.
- Menurut Enzo, kualitas Kroos terlihat jelas saat Madrid menghadapi Chelsea di Bernabéu.
- Ia menilai Kroos dan Modrić sama-sama punya standar permainan tinggi di lini tengah.
- Enzo menyebut kemenangan Madrid di Liga Champions sebagai bukti nyata dominasi mereka pada laga besar.
Pernyataan itu langsung menambah spekulasi lama tentang kedekatan gaya bermain Enzo dengan sepak bola Real Madrid. Meski tidak ada pernyataan resmi bahwa ia ingin pindah, cara Enzo berbicara soal Kroos kembali membuat publik menafsirkan adanya ketertarikan terhadap klub Spanyol tersebut.
Reaksi saat Kroos pensiun
Isyarat itu makin kuat ketika Kroos mengumumkan pensiun pada 21 Mei. Tidak lama setelah kabar itu muncul, Enzo membagikan unggahan di media sosial untuk menunjukkan kesedihannya atas kepergian salah satu gelandang terbaik dalam sepak bola modern.
Kroos memang dikenal sebagai sosok penting di Real Madrid berkat visi permainan, ketenangan, dan akurasi umpannya. Bagi Enzo, kehilangan pemain seperti itu bukan sekadar berita biasa, melainkan momen yang menandai berakhirnya era besar di lini tengah Eropa.
Langkah Enzo memuji Kroos dan bereaksi atas pensiunnya membuat publik kembali menyorot hubungannya dengan Real Madrid. Kombinasi antara kekaguman yang ia ungkapkan secara terbuka dan respons emosional saat Kroos gantung sepatu membuat topik ini terus menarik perhatian para penggemar sepak bola.





