Locatelli, Kunci Awal Revolusi De Zerbi di Tottenham

Roberto De Zerbi resmi memulai tugasnya di Tottenham Hotspur dengan fokus utama yang sangat jelas, yaitu menyelamatkan klub dari ancaman degradasi. Namun di balik misi jangka pendek itu, ia juga sudah menyiapkan rencana untuk membangun skuad yang lebih cocok dengan gaya mainnya.

Salah satu nama yang paling kuat dikaitkan dengan proyek tersebut adalah Manuel Locatelli, gelandang Juventus dan tim nasional Italia. Laporan media Italia menyebut De Zerbi sudah mengidentifikasi Locatelli sebagai target sejak sebelum menandatangani kontrak jangka panjang dengan Spurs.

Fokus awal De Zerbi: hasil, bukan gaya

Untuk saat ini, De Zerbi tidak punya ruang besar untuk bereksperimen. Tottenham masih harus mengejar poin agar tetap aman di Premier League, sehingga hasil pertandingan menjadi prioritas mutlak.

Situasi itu membuat filosofi sepak bola menyerang yang selama ini identik dengan De Zerbi harus menunggu. Dengan sisa laga yang tersisa sangat sedikit, Spurs membutuhkan stabilitas, bukan risiko tambahan.

Tekanan juga makin besar karena Tottenham belum menang di liga sejak awal tahun. Kondisi itu membuat tugas pelatih asal Italia tersebut jauh lebih berat, terutama saat jadwal berat masih menanti.

Mengapa Locatelli menarik bagi De Zerbi?

Locatelli dinilai cocok karena ia menawarkan keseimbangan antara kontrol bola, progresi serangan, dan kerja tanpa bola. Statistik musim ini menunjukkan kualitas itu dengan sangat jelas, karena ia menjadi salah satu pemain paling sibuk dan paling produktif di Juventus.

Berikut ringkasan kontribusinya di Juventus musim ini:

  1. Starter dalam 35 dari 37 laga.
  2. Total bermain 2.930 menit, terbesar kelima di skuad Juventus.
  3. Mencatat 2.628 operan total, tertinggi di tim.
  4. Sukses menyelesaikan 2.323 operan.
  5. Membuat 1.046 umpan ke depan, jauh di atas pemain Juventus lain.

Data itu memperlihatkan bahwa Locatelli bukan hanya pemain penghubung, tetapi juga penggerak tempo permainan. Dalam sistem De Zerbi, gelandang seperti ini bisa menjadi pusat distribusi, terutama saat tim butuh keluar dari tekanan lawan.

Kuat dalam duel dan pemulihan bola

Locatelli juga membantu tim saat bertahan, bukan hanya ketika menguasai bola. Ia mencatat 318 duel satu lawan satu, serta 174 ball recoveries, angka yang hanya sedikit di bawah rekan setimnya yang lain di Juventus.

Akurasi umpannya memang tidak selalu yang terbaik di tim, tetapi volume dan kualitas progresinya tetap menonjol. Kombinasi itu membuatnya terlihat sebagai gelandang modern yang lengkap dan disiplin.

Kelebihan utama Locatelli ada pada kemampuannya menjaga struktur permainan. Ia bisa turun membantu sirkulasi bola, tapi juga mampu naik untuk mengalirkan serangan lebih cepat ke area depan.

Perbandingan dengan Barella dan Modric

Jika dibandingkan dengan Nicolo Barella dari Inter Milan, Locatelli masih berada di level yang sangat kompetitif. Barella memang punya pengaruh besar di Inter, tetapi catatan operan Locatelli lebih tinggi dan kontribusinya dalam pemulihan bola juga sekelas.

Modric memberi konteks lain karena usia bukan penghalang bagi kualitas. Gelandang AC Milan itu masih mencatat 1.957 operan dan memiliki akurasi 90,8 persen, namun Locatelli tetap tampil lebih seimbang dalam duel, distribusi, dan intensitas permainan.

Perbandingan sederhana berikut memberi gambaran mengapa nama Locatelli masuk akal untuk Tottenham:

Pemain Operan total Recovery bola Duel satu lawan satu
Locatelli 2.628 174 318
Barella 1.805 174 273
Modric 1.957 173 175

Dari tabel itu terlihat bahwa Locatelli unggul dalam volume permainan dan intensitas duel. Ia memberi paket yang lengkap, dan itu penting untuk tim yang ingin membangun identitas baru.

Soal biaya masih jadi hambatan

Masalah terbesar untuk Tottenham bukan pada kualitas Locatelli, melainkan pada harga. Pemain dengan profil seperti dia tidak murah, apalagi Juventus tentu tidak akan melepas salah satu gelandang utamanya dengan mudah.

Situasi ini membuat keputusan ada di tangan dewan klub, apakah mereka siap mendukung De Zerbi secara penuh atau tidak. Jika Spurs ingin benar-benar menjalankan revolusi taktik, mereka mungkin harus berani berinvestasi pada pemain yang bisa langsung memberi pengaruh di lini tengah.

De Zerbi tampaknya sudah melihat Locatelli sebagai sosok yang bisa mengangkat level Tottenham, baik dalam penguasaan bola maupun organisasi permainan. Jika klub memberi dukungan finansial, transfer ini bisa menjadi salah satu langkah paling penting dalam membentuk Spurs versi baru di bawah pelatih asal Italia itu.

Berita Terkait

Back to top button