
Roberto De Zerbi menegaskan dirinya akan tetap menangani Tottenham Hotspur pada musim depan, apa pun hasil yang terjadi di sisa musim ini. Pelatih asal Italia itu menyampaikan keyakinan tersebut setelah resmi menandatangani kontrak jangka panjang untuk memimpin Spurs.
De Zerbi datang ke Tottenham saat klub berada dalam periode sulit usai lima laga liga tanpa kemenangan, dengan catatan satu imbang dan empat kalah. Situasi itu membuat Spurs hanya berada sedikit di atas zona degradasi dan masih mencari kemenangan pertama mereka di Premier League pada kalender berjalan.
Kontrak jangka panjang di tengah krisis
Tottenham disebut mengikat De Zerbi dengan kontrak lima tahun, meski tim sedang berada dalam tekanan besar. Data Opta bahkan menempatkan Spurs dengan peluang turun kasta sebesar 27,5 persen, angka yang menggambarkan beratnya tantangan yang ia hadapi.
Pelatih berusia 46 tahun itu mengatakan dirinya menerima pekerjaan ini karena percaya pada kualitas skuad. Ia menilai tim masih punya kemampuan untuk bangkit asalkan kepercayaan diri para pemain segera kembali meningkat.
De Zerbi juga menekankan bahwa gaya bermain dan sejarah Tottenham sejalan dengan pendekatan sepak bolanya. Menurut dia, kondisi sulit saat ini masih bisa diubah menjadi fondasi untuk masa depan yang lebih baik.
Statistik buruk yang harus dibenahi
Tottenham belum menang dalam 13 laga liga terakhir mereka, dengan rincian lima imbang dan delapan kalah. Catatan itu menyamai salah satu periode tanpa kemenangan terpanjang klub di kompetisi liga dalam sejarah mereka.
Berikut sejumlah data penting yang menggambarkan situasi Spurs saat De Zerbi datang:
- Lima laga liga tanpa menang sebelum pergantian pelatih.
- 13 pertandingan liga beruntun tanpa kemenangan.
- 30 poin dari 31 laga liga musim ini.
- Persentase peluang degradasi mencapai 27,5 persen menurut Opta.
De Zerbi menilai masalah utama tim bukan hanya soal taktik, tetapi juga mentalitas. Ia meminta para pemain mengingat kembali identitas mereka sebagai tim dengan kualitas besar.
“Ini momen yang sulit untuk semua orang di Tottenham,” kata De Zerbi. Ia menambahkan bahwa dirinya percaya skuad yang ada masih bisa keluar dari situasi ini.
Debut tandang ke Sunderland
Laga pertama De Zerbi sebagai pelatih Spurs akan terjadi saat bertandang ke Sunderland pada April. Pertandingan itu langsung menjadi ujian awal untuk melihat apakah pergantian pelatih bisa memberi dampak cepat.
De Zerbi bukan sosok baru di Premier League karena sebelumnya pernah melatih Brighton. Ia meninggalkan klub itu setelah kurang dari dua musim dengan catatan kemenangan 37,1 persen dari 70 pertandingan di semua ajang.
Pengalaman bersama Brighton membuatnya dianggap memahami intensitas kompetisi Inggris. Tottenham kini berharap rekam jejak itu bisa membantu mereka keluar dari tekanan dan memperbaiki hasil sebelum musim berakhir, sementara De Zerbi sudah menegaskan posisinya dengan jelas: ia akan tetap menjadi pelatih Spurs musim depan, tanpa memedulikan apa pun yang terjadi sekarang.





