Wirtz Tak Sepakat dengan Van Dijk, Liverpool Menolak Tuduhan Menyerah Usai Dibantai City

Florian Wirtz menanggapi berbeda pandangan dengan kapten Liverpool, Virgil van Dijk, soal tudingan bahwa timnya “menyerah” saat dihajar Manchester City di ajang Piala FA. Gelandang serang Liverpool itu menegaskan para pemain tetap berusaha mencari peluang untuk membalikkan keadaan meski laga sudah berjalan berat.

Komentar Wirtz muncul menjelang laga leg pertama perempat final Liga Champions melawan Paris Saint-Germain, saat Liverpool kembali menghadapi ujian besar. Sang juara bertahan datang dengan modal produktif, setelah mencetak 15 gol dalam empat pertandingan terakhir, sehingga duel di Paris diperkirakan berlangsung ketat.

Perbedaan pandangan setelah kekalahan di Etihad

Liverpool kalah 4-0 dari Manchester City di Etihad Stadium pada laga perempat final, dengan keadaan sudah tertinggal 2-0 saat turun minum. Situasi makin sulit setelah City mencetak gol ketiga hanya lima menit usai jeda, sehingga performa Liverpool kembali dipertanyakan.

Van Dijk kemudian mengaku timnya seharusnya tidak menyerah dalam kondisi seperti itu. Ia mengatakan bahwa mengejar ketertinggalan 3-0 di kandang City memang sangat sulit, tetapi sikap untuk terus berjuang tetap wajib dijaga.

Wirtz menilai ia tidak sepenuhnya sependapat dengan penilaian sang kapten. “Saya tidak tahu soal itu, bahwa dia mengatakan hal tersebut. Tapi saya tidak akan langsung setuju karena kami masih mencoba menciptakan peluang untuk membalikkan keadaan,” ujar Wirtz.

Wirtz: Liverpool tetap mencoba menyerang

Wirtz juga menjelaskan bahwa kondisi pertandingan membuat timnya semakin berat secara mental saat waktu terus berjalan. Menurut dia, Liverpool tetap berusaha menekan dan menciptakan peluang, bahkan ketika posisi sudah tertinggal jauh di papan skor.

“Ketika laga semakin lama dan sudah menit ke-80, lalu Anda tertinggal 3-0, itu sangat sulit secara mental untuk terus mendorong,” kata Wirtz. Ia menambahkan bahwa Liverpool tetap mencoba memberi yang terbaik dan tetap sempat mendapatkan beberapa peluang meski akhirnya kalah besar.

Pemain asal Jerman itu menegaskan hasil tersebut tidak sesuai standar klub. Ia menyebut kekalahan 4-0 dari City tidak mencerminkan kualitas Liverpool dan berharap timnya tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya.

Arne Slot ikut membantah tudingan menyerah

Pelatih Liverpool, Arne Slot, juga menanggapi komentar Van Dijk dengan nada serupa. Ia mengatakan dirinya tidak melihat para pemain menyerah saat pertandingan berlangsung, meski mengakui ada bagian laga yang sangat berat bagi timnya.

Slot menyebut gol yang datang tepat sebelum dan sesudah jeda biasanya paling menyakitkan dalam sepak bola. Menurut dia, Liverpool memang terlihat terbuka setelah kebobolan gol ketiga, tetapi mereka tetap mencoba menguasai bola dan bertahan dari tekanan City.

“Setelah 4-0, City terlihat seperti puas, dan kami punya penguasaan bola yang lebih sering,” ujar Slot. Ia menambahkan bahwa reaksi kuat dari seorang kapten setelah kekalahan besar adalah hal yang wajar, namun tim juga harus menunjukkan respons serupa pada laga berikutnya.

Sorotan utama menjelang laga lawan PSG

  1. Liverpool datang ke Paris dengan tekanan besar setelah kekalahan telak dari Manchester City.
  2. Wirtz menolak anggapan bahwa timnya menyerah saat laga di Etihad mulai lepas kendali.
  3. Van Dijk dan Slot sama-sama menyoroti pentingnya respons emosional dan taktis setelah hasil buruk itu.
  4. PSG sedang dalam performa tajam dengan 15 gol dalam empat laga terakhir.

Laga melawan PSG menjadi ujian lain bagi Liverpool untuk membuktikan reaksi mereka setelah kekalahan dari Manchester City. Di tengah perbedaan pandangan internal soal sikap tim, perhatian Liverpool kini tertuju pada bagaimana mereka menjawab tekanan di panggung Eropa.

Berita Terkait

Back to top button