Saatnya Tommy Menjadi Bayangan Liverpool, Setiap Kali Ia Menonton The Reds Tak Pernah Menang

Seorang pendukung Liverpool bernama Tommy McAllister mendapat julukan sebagai fan paling sial di Inggris setelah tim kesayangannya selalu gagal menang saat ia menonton langsung. Data yang dihimpun Xbox bersama analis Opta menunjukkan Liverpool tidak pernah menang dalam setiap laga Premier League yang disaksikan McAllister musim ini.

Pria berusia 30 bulan itu berasal dari Moreton, Merseyside, dan menjadi sorotan karena catatan buruk yang terus berulang. Di laga yang ia saksikan, Liverpool selalu berakhir dengan hasil imbang atau kekalahan, sementara empat kemenangan Liverpool dalam 10 laga liga sejak Natal justru terjadi saat ia tidak menonton.

Data yang menguatkan “kutukan” Tommy

McAllister menyaksikan Liverpool kalah 2-1 dari Wolves, lalu The Reds menang 3-1 pada pertemuan berikutnya ketika ia absen. Pola serupa juga muncul pada momen besar lain, termasuk kemenangan sensasional 4-0 atas Barcelona di Liga Champions pada 2019 saat ia tidak hadir.

Xbox dan Opta kemudian mengembangkan metrik baru bernama xJ atau expected jinx untuk mengukur kemungkinan pengaruh penonton terhadap hasil pertandingan. Model ini memakai data probabilitas kemenangan langsung dan menilai apakah kehadiran fans berkorelasi dengan hasil positif atau negatif.

Berikut poin penting yang membuat Tommy disebut paling sial:

  1. Ia menonton enam hasil Liverpool yang berakhir seri atau kalah.
  2. Liverpool justru meraih empat kemenangan saat ia tidak menyaksikan laga.
  3. Data xJ menempatkannya sebagai fan dengan skor tertinggi dalam kategori “jinx”.
  4. Teman-temannya bahkan sempat meminta ia berhenti menonton demi hasil tim.

Tommy mengaku sulit menerima bahwa dirinya dianggap membawa sial bagi klub yang sudah ia dukung sejak kecil. Ia menegaskan bahwa statistik memang menunjukkan pola yang aneh, tetapi ia berharap Liverpool bisa membalikkan tren bila ia menjauh dari layar televisi.

Upaya Tommy mengusir nasib buruk

Untuk memutus rentetan hasil buruk itu, Tommy sudah mencoba berbagai kebiasaan baru saat hari pertandingan. Ia berganti-ganti kaus tim, bahkan sampai memakai kaus ketujuhnya musim ini, termasuk satu yang merupakan seragam kiper.

Ia juga melakukan ritual kecil seperti pindah ruangan saat menonton, mengganti kursi, hingga berdiri ketika Liverpool mendapat sepak pojok. Meski begitu, rekan-rekannya tetap menjadikan dirinya bahan candaan di grup percakapan setiap kali Liverpool kebobolan.

Tabel singkat riwayat “sial” Tommy juga ikut memperkuat cerita ini:

Situasi Hasil
Tommy menonton laga Liverpool Tim gagal menang
Tommy tidak menonton Liverpool menang
Tommy absen saat lawan Barcelona Liverpool menang besar
Tommy menonton melawan Wolves Liverpool kalah

Dampak sampai ke kehidupan sehari-hari

McAllister mengatakan “kutukan” itu tak hanya terasa di stadion atau di depan televisi. Ia menuturkan beberapa tempat favoritnya di Liverpool juga kerap tutup setelah sempat ia sukai, sehingga ia kini bercanda takut menyebut satu tempat sebagai favorit.

Ia menyebut beberapa lokasi seperti Yum’s di Bold Street, City Buffet di Hanover Street, Yard & Coop, dan Red’s True Barbecue yang sudah tidak beroperasi. Karena itu, ia memilih menertawakan situasi tersebut dan mengatakan hanya bisa “tertawa” atas nasibnya.

Mohan Gehlot, senior global product manager Xbox, menyebut gelar fan paling sial itu sebagai beban berat yang kini dipikul Tommy. Namun ia juga mengatakan Xbox senang bisa memberi pengalaman baru dengan menghadiahkan konsol Xbox dan EA FC 26, sambil berharap Tommy lebih beruntung saat memainkan Liverpool di gim daripada saat menonton langsung.

Berita Terkait

Back to top button