
Legenda Lazio, Paolo Di Canio, mengkritik keras bek Inter Milan, Yann Bisseck, terkait komentar pemain tersebut usai kekalahan Inter di Liga Champions kontra Atletico Madrid. Bisseck menyebut bahwa kekalahan terjadi karena "nasib buruk", pernyataan yang menurut Di Canio sangat tidak pantas diterima oleh tim.
Inter Milan kalah tipis 1-2 dari Atletico Madrid, dengan gol kemenangan Jose Gimenez yang datang di masa injury time. Menanggapi itu, Di Canio menegaskan bahwa pelatih Inter, Cristian Chivu, harus segera menegur Bisseck dan menyingkirkan pikiran tentang keberuntungan dari dalam tim. Ia berkata, "Nasib baik dan buruk itu tidak ada. Chivu harus menghilangkan alasan seperti itu dari kepala para pemain."
Kritikan Terhadap Mentalitas Tim Inter Milan
Di Canio menilai Inter masih kekurangan mentalitas perjuangan yang kuat. Ia menekankan perlunya "lapar" dan "kekejaman" dalam bermain agar bisa bersaing di level tertinggi. Contohnya, Di Canio menyoroti sosok veteran seperti Paolo Maldini dan Gianluca Vialli yang dulu mampu memberikan energi besar di lapangan.
Lebih lanjut, Di Canio mengkritik beberapa pemain Inter yang dianggapnya kurang maksimal. Contohnya, ia menyinggung Hakan Calhanoglu yang kerap kehilangan bola dan tidak menunjukkan agresivitas. Bahkan, ia mengamati kalau Lautaro Martinez yang keluar lapangan sambil menggelengkan kepala merupakan tanda buruk untuk tim.
Saran Keras untuk Cristian Chivu
Menurut Di Canio, Chivu harus berani memertanyakan susunan pemain dan struktur kepemimpinan di tim Inter Milan. Ia juga menunjuk pemain muda seperti Yoan-Ange Bonny yang sedang dalam performa lebih baik dibandingkan Marcus Thuram, sebagai bahan pertimbangan.
Di Canio menutup dengan pernyataan bahwa pelatih muda asal Rumania itu harus menunjukkan keberanian untuk mengambil keputusan sulit demi memperbaiki performa dan mentalitas pemain. Sikap tersebut dianggap penting agar Inter bisa bangkit dari hasil mengecewakan dan bersaing kembali di ajang Liga Champions.





