Direktur Roma Massara Beri Klarifikasi soal Rumor Kembalinya Ferguson ke Brighton

Pada awal musim ini, muncul spekulasi bahwa masa peminjaman Evan Ferguson di AS Roma bisa dipercepat berakhir karena performa yang kurang konsisten. Namun, direktur klub Roma, Tiago Pinto Massara, langsung menanggapi rumor tersebut dengan tegas dan menyerukan fokus pada perkembangan pemain.

Massara menyatakan bahwa dirinya belum pernah mendengar adanya kemungkinan pemutusan masa peminjaman lebih awal. Ia menegaskan bahwa Ferguson sedang menunjukkan kemajuan dan mulai kembali ke performa terbaiknya. "Evan sedang berusaha mendapatkan konsistensi; dia tampil bagus pada pertandingan Kamis lalu," ucap Massara.

Penilaian positif tersebut mengacu pada penampilan Ferguson yang mencetak dua gol saat Roma menang atas Celtic dalam pertandingan Liga Europa. Massara mengungkapkan rasa puasnya terhadap kontribusi pemain muda itu dan menilai rumor yang beredar sebagai spekulasi semata. "Kami senang dengan apa yang dilakukan Ferguson. Semua rumor itu tidak mencerminkan niat kami," jelasnya.

Performa Ferguson di Roma

  1. Pemain berusia muda ini bergabung dengan Roma dalam status pinjaman selama satu musim.
  2. Sepanjang paruh pertama musim ini, Ferguson sempat menunjukkan fluktuasi performa.
  3. Penampilan gemilang terakhirnya di Liga Europa memberikan harapan bagi klub.
  4. Roma ingin Ferguson terus berkembang dan memberikan kontribusi konsisten.

Massara menekankan bahwa fokus utama dalam situasi saat ini adalah memastikan Ferguson dapat tampil maksimal ke depannya. Ia menilai penting bagi pemain untuk mempertahankan kualitas permainan agar dapat membantu tim meraih hasil terbaik. Dengan klarifikasi dari Massara, rumor kepulangan Ferguson ke Brighton dipastikan tidak berdasar dan tidak sedang dipertimbangkan oleh klub.

Informasi ini memberikan gambaran jelas bahwa Roma berkomitmen mempertahankan Ferguson selama masa peminjaman dan percaya pada potensinya untuk berkembang. Penilaian objektif dari sejumlah pertandingan terkini menjadi dasar penolakan atas desas-desus yang sempat beredar di kalangan publik dan media.

Berita Terkait

Back to top button