
Pafos defender Luiz mengungkapkan pengalamannya bekerja sama dengan Antonio Conte saat masih di Chelsea. Ia menyatakan bahwa mereka sering bertengkar, namun memiliki tujuan yang sama dalam tim.
Menurut Luiz, pertengkaran itu bukan karena permusuhan, melainkan karena keduanya sama-sama menginginkan kemenangan. Meski sering berdebat, mereka berhasil membawa Chelsea menjuarai Premier League dan FA Cup.
Hubungan Luiz dan Conte di Chelsea
Luiz mengingat saat di Chelsea, ia kerap berdebat dengan Conte. “Dia dan saya selalu berdebat, tapi kami ingin hal yang sama,” ujarnya kepada Sky Italia. Pertengkaran tersebut dianggap normal dalam dinamika klub sepak bola yang kompetitif.
Setelah keberhasilan di Chelsea, Conte berniat membawa Luiz ke Napoli. Conte memandang Luiz sebagai pemain yang intens dan penuh semangat, sesuai dengan gaya permainan Napoli. Namun, transaksi tersebut gagal karena Luiz tidak memiliki paspor Eropa.
Perjalanannya Bersama Pafos
Kini, Luiz bermain untuk klub asal Siprus, Pafos. Ia merasa disambut hangat oleh para penggemar dan manajemen klub. “Saya merasakan gairah sepak bola di kota ini sejak awal,” kata Luiz. Rasa hormat dan apresiasi dari masyarakat membuatnya nyaman berkarier di sana.
Lebih jauh, Luiz menyampaikan bahwa hubungan baik dengan pemilik klub sudah terjalin sejak lama. Ia juga menegaskan rencananya untuk menjadi pelatih setelah pensiun dari dunia pemain.
Fakta Penting:
- Luiz dan Conte sering bertengkar saat di Chelsea namun tetap fokus pada kemenangan.
- Mereka sukses meraih gelar Premier League dan FA Cup bersama.
- Conte ingin membawanya ke Napoli, tetapi terkendala paspor Eropa Luiz.
- Luiz merasakan atmosfer positif saat bergabung dengan Pafos di Siprus.
- Ia berencana melanjutkan karier sebagai pelatih setelah pemain.
Pernyataan Luiz memberikan gambaran lebih dalam mengenai dinamika hubungan antara pelatih dan pemain. Kisah tersebut menunjukkan bahwa perbedaan pendapat dalam sepak bola dapat menjadi pendorong prestasi bersama.





