Benatia mengungkap alasan di balik niatnya untuk mengadakan pertemuan dengan Kevin De Bruyne terkait Marseille. Ia menyatakan bukan semata-mata ingin merekrut De Bruyne, melainkan ingin berdiskusi langsung untuk memahami perasaan dan sikap sang pemain.
Menurut Benatia, meskipun De Bruyne kala itu statusnya bebas transfer, situasinya tidak semudah itu. "Dia sudah jauh ke depan dengan Napoli, tapi saya pikir pendekatan personal bisa membuka peluang," ujarnya dalam wawancara dengan RMC.
Upaya Mendekati De Bruyne
Benatia menuturkan bahwa niatnya adalah menjalin komunikasi dengan De Bruyne. Hal ini didasari oleh keyakinan bahwa gaya kepelatihan Marseille cocok dengan karakter De Bruyne. "Saya merasa ini benar-benar bisa berjalan dengan manajer yang ada," kata Benatia.
Selain De Bruyne, Benatia juga mencoba mendekati pemain lain. Ia menyebutkan Wesley Fofana, bek Chelsea yang berasal dari Marseille, sebagai calon potensial. "Wesley sering cedera, tapi lingkungan asalnya bisa jadi cocok untuk mendukungnya," jelas Benatia.
Strategi Rekrutmen untuk Memperkuat Marseille
Benatia terlibat aktif membangun tim yang kompetitif bagi Marseille musim ini. Ia mengaku mencoba melakukan beberapa pendekatan serupa dalam perburuan pemain. Berikut beberapa poin pendekatan yang digunakan:
- Membidik pemain yang memiliki ikatan emosional dengan klub atau kota.
- Mengutamakan komunikasi langsung untuk memahami motivasi pemain.
- Mempertimbangkan kecocokan pemain dengan filosofi pelatih dan lingkungan klub.
Pendekatan ini bertujuan membentuk tim yang tidak hanya berbakat, tapi juga memiliki ikatan kuat dengan Marseille.
Dengan fokus pada personalisasi pendekatan dan pemilihan pemain yang tepat, Benatia berharap bisa terus memperkuat skuad Marseille untuk bersaing di puncak klasemen liga. Upaya mendekati De Bruyne dan Fofana menjadi bukti strategi matang dalam membangun tim yang solid.
