
Cristian Chivu memuji kematangan Inter Milan setelah mengalahkan Cremonese dengan skor 2-0. Kemenangan ini membuat Inter memperlebar jarak di puncak klasemen Serie A menjadi delapan poin.
Gol dari Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski di babak pertama menjadi kunci sukses Nerazzurri di Stadio Giovanni Zini. Dengan hasil ini, Inter memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka dalam 11 pertandingan terakhir di liga.
Rekor Tangguh Inter Milan
Inter kini memegang rekor sempurna melawan tim papan bawah musim ini. Mereka memenangkan 12 pertandingan dari 12 laga melawan tim yang berada di paruh bawah klasemen dan mencetak total 33 gol.
Dalam aspek pertahanan, Inter juga mencatatkan clean sheet ke-7 dalam laga tandang. Tidak ada klub lain di lima liga top Eropa yang mampu mengalahkan statistik pertahanan Nerazzurri di laga away kali ini.
Inter juga tampil superior dalam segi peluang dengan expected goals (xG) mencapai 1.4, jauh lebih tinggi dibandingkan Cremonese yang hanya 0.7 dari sembilan tembakan.
Komentar Cristian Chivu
Pelatih Cristian Chivu menyoroti meningkatnya kematangan tim dalam mengelola pertandingan. Ia mengatakan, "Saya melihat kematangan dalam memahami momen yang tepat dalam pertandingan dan cara meraih kemenangan."
Chivu menambahkan, timnya memang mendominasi meskipun lawan menyulitkan. “Kami agak lambat dalam memindahkan bola karena kurang energi menembus pertahanan mereka, namun kami berhasil unggul sebelum babak pertama usai.”
Setelah turun minum, Inter bermain lebih santai karena kelelahan. Namun, fokus utama tetap meraih kemenangan dan hal itu berhasil diwujudkan oleh tim.
Peran Pemain dan Situasi Cedera
Absennya Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu, Denzel Dumfries, dan Carlos Augusto akibat cedera memaksa Chivu memberikan kesempatan debut langka kepada Davide Frattesi di lini tengah Inter.
Frattesi bermain selama 60 menit sebelum digantikan Henrikh Mkhitaryan. Banyak kabar menyatakan laga ini bisa menjadi yang terakhir untuk Frattesi di Inter karena ketertarikan Nottingham Forest.
Namun, Direktur Inter, Beppe Marotta, menegaskan Frattesi tidak meminta pindah. Chivu pun menekankan pentingnya kontribusi Frattesi, "Dia pemain Inter dan sosok penting di skuad."
Pelatih menegaskan, Frattesi harus membuktikan kualitasnya dalam latihan dan pertandingan. Inter mengandalkannya untuk memberikan energi ekstra pada fase akhir musim yang krusial.
Inter kini mempersiapkan diri menghadapi sisa musim dengan mental dan performa yang semakin matang. Kemenangan atas Cremonese menjadi bukti bahwa mereka mampu mengelola tekanan dan menjaga konsistensi jalur kemenangan.





