Postecoglou Singgung Ambisi Tottenham, Ungkap Klub Ini Belum Masuk Kategori Besar

Ange Postecoglou mempertanyakan ambisi Tottenham Hotspur sebagai sebuah klub besar dalam sepak bola Inggris. Mantan pelatih Spurs itu mengkritik arah klub, strategi transfer, dan keputusan manajerial yang diambil setelah kepergiannya.

Postecoglou dipecat pada bulan Juni lalu meskipun membawa Tottenham meraih gelar Liga Europa, kemenangan besar pertama mereka dalam 17 tahun. Ia menjadi manajer Premier League pertama sejak Antonio Conte yang memenangkan trofi besar namun dipecat pada akhir musim yang sama.

Setelah kepergian Postecoglou, Thomas Frank ditunjuk menggantikannya namun kemudian juga diberhentikan menyusul rentetan hasil buruk di Liga Premier. Spurs saat ini berada di posisi ke-16 klasemen dengan rentetan delapan pertandingan tanpa kemenangan.

Postecoglou menilai klub kekurangan ambisi nyata terutama dalam bursa transfer musim panas. Mereka lebih memilih merekrut pemain muda yang belum terbukti dibanding pemain Premier League yang sudah berpengalaman.

Dia menyebutkan rekrutan baru seperti Dominic Solanke dan tiga pemain remaja, Lucas Bergvall, Archie Gray, dan Wilson Odobert. Menurutnya, pemain muda ini menjanjikan tapi tidak cukup untuk mendorong Spurs dari posisi kelima ke empat besar.

Postecoglou juga merasa tidak ada keselarasan antara pengeluaran klub dengan target kompetitif yang disampaikan. “Mereka punya fasilitas luar biasa, tapi secara pengeluaran termasuk gaji, mereka bukan klub besar,” ujar Postecoglou dalam wawancara di The Overlap.

Skuad yang tidak diperkuat pemain Prime League berpengalaman membuat Tottenham finis di posisi ke-17 dengan 38 poin, catatan terburuk mereka dalam 48 tahun terakhir. Situasi itu juga belum membaik di bawah Thomas Frank.

Frank hanya mampu mencatatkan rata-rata 1,12 poin per pertandingan di Liga Premier, angka terendah dibanding pelatih Spurs lain yang melatih minimal lima laga. Postecoglou mengakui keputusan memecat Frank memang tepat, tetapi memahami tantangan yang dihadapinya.

Kepemimpinan di Spurs juga mengalami perubahan besar dengan keluarnya tokoh penting seperti Daniel Levy. Hal ini menciptakan ketidakpastian dalam struktur klub serta visi jangka panjang yang kurang jelas.

Postecoglou menyebut Tottenham sebagai “klub yang aneh” karena sering kali melakukan perubahan besar tanpa ada kesinambungan strategi. Ia menilai klub belum konsisten untuk benar-benar kompetitif di berbagai kompetisi.

Menurut Postecoglou, sedikit pun benang merah yang menggambarkan arah pengembangan klub. Meski demikian, dia mengakui Spurs punya karakter tersendiri dalam cara bermain yang mereka kembangkan selama ini.

Situasi terbaru Tottenham menggambarkan tantangan besar dalam mewujudkan target ambisius yang pernah disematkan. Proses pembangunan tim dan kepemimpinan yang stabil menjadi kunci untuk meraih kembali kejayaan.

Postecoglou berharap Spurs dapat menemukan keseimbangan antara merekrut pemain muda dan berpengalaman agar bisa bersaing di tingkat tertinggi. Dia menegaskan kebutuhan klub untuk lebih jelas dan konsisten dalam visi serta strategi jangka panjang.

Exit mobile version