Igor Tudor ditunjuk sebagai pelatih sementara Tottenham Hotspur dengan tugas utama menjaga posisi klub di Premier League. Tudor, mantan bek tengah yang pernah bermain untuk Hajduk Split, Juventus, dan Timnas Kroasia, mengemban peran ini setelah Thomas Frank dipecat ketika Spurs masih lima poin di atas zona degradasi.
Tottenham mencari pelatih berpengalaman yang mampu memberikan dampak instan, dan Tudor masuk kategori tersebut. Pria berusia 47 tahun ini memiliki pengalaman mengambil alih klub dalam situasi krisis, seperti yang terjadi saat ia diangkat di Juventus dan Lazio pada bulan Maret beberapa musim terakhir.
Sebagai pelatih Juventus, Tudor menggantikan Thiago Motta ketika tim bercokol di posisi kelima Serie A setelah bulan Februari yang buruk. Ia membawa Juventus ke posisi keempat, berhasil mengamankan tiket Liga Champions setelah hanya satu kali kalah dalam 11 pertandingan. Meski mendapat kontrak dua tahun, hubungan Tudor dengan Juventus berakhir hanya dalam empat bulan karena penurunan hasil.
Di Lazio, Tudor datang menggantikan Maurizio Sarri yang mengundurkan diri setelah menerima lima kekalahan dalam enam pertandingan. Tudor memenangkan lima dari sembilan pertandingan dan membawa Lazio finis di urutan ketujuh, memastikan lolos ke Liga Europa. Ia mengundurkan diri setelah masa tugas tiga bulan berakhir.
Dalam 13 tahun terakhir, Tottenham menjadi klub ke-10 yang dilatih Tudor, yang juga pernah menukangi Galatasaray, Udinese, Hellas Verona, dan Marseille. Pengalaman ini didukung dari masa kerjanya bersama Andrea Pirlo di Juventus. Tudor dikenal sangat familiar dengan gaya sepak bola Serie A, yang menjadi modal utama dalam penanganan krisis di klub Italia.
Tudor biasanya menurunkan formasi 3-4-2-1 yang fokus pada kestabilan lini belakang, serupa dengan sistem yang pernah digunakan Ivan Juric di Verona. Formasi ini tidak banyak mengandalkan lebar lapangan dan mengutamakan soliditas pertahanan. Tottenham harus realistis bahwa gaya bermain atraktif mungkin tidak langsung muncul di bawah Tudor.
Kemampuan bahasa Inggris Tudor cukup baik dan tidak akan menjadi hambatan komunikasi. Ia mengenal beberapa pemain Spurs seperti Randal Kolo Muani dan Rodrigo Bentancur yang sedang cedera. Ini menjadi nilai tambah agar Tudor cepat beradaptasi dengan skuat.
Pengamat sepak bola Italia, Patrick Kendrick, menilai Tudor pandai dalam manajemen krisis dan fokus membangkitkan moral pemain lebih dahulu daripada menerapkan revolusi taktik. Sikap Tudor yang terbuka dan percaya diri menjadi modal penting di tengah tekanan besar yang dihadapi Tottenham.
Berikut jadwal enam pertandingan Tottenham berikutnya yang menjadi ujian berat Tudor:
1. 22 Februari: vs Arsenal (home), Premier League
2. 1 Maret: vs Fulham (away), Premier League
3. 5 Maret: vs Crystal Palace (home), Premier League
4. 15 Maret: vs Liverpool (away), Premier League
5. 17/18 Maret: Liga Champions babak 16 besar, leg pertama (lawan belum diumumkan)
6. 22 Maret: vs Nottingham Forest (home), Premier League
Jadwal padat tersebut menjadi kesempatan Tudor membuktikan kemampuannya menjaga stabilitas Spurs sambil mengamankan poin penting. Peran pelatih interim ini memang krusial untuk menghindarkan Tottenham dari ancaman degradasi musim ini.
