
Tottenham resmi menunjuk Igor Tudor sebagai pelatih interim untuk menyelamatkan tim dari ancaman degradasi. Tudor, yang memiliki pengalaman signifikan di sepak bola Italia dan Eropa, diharapkan mampu membawa perubahan cepat dan efektif sejak kedatangannya.
Tudor dikenal dengan gaya permainan fisik dan enerjik yang mengedepankan tekanan agresif dan duel satu lawan satu di seluruh lapangan. Filosofi ini berbeda dengan pendekatan Thomas Frank yang dianggap terlalu berhati-hati oleh banyak pihak.
Pengalaman Tudor di Juventus dan Kolo Muani
Di Juventus, Tudor berhasil mengangkat performa tim yang sempat terpeleset ke posisi kelima Serie A. Dengan kehadiran Randal Kolo Muani, pemain depan yang kini sudah ada di Spurs, Tudor mencatat tujuh kemenangan dan hanya sekali kalah dalam sembilan pertandingan terakhir musim lalu. Kolo Muani, yang sebelumnya mengalami paceklik gol, berhasil mencetak lima gol dalam 11 laga terakhir bersama Tudor.
Namun, musim ini di Juventus berjalan kurang mulus dan Tudor dipecat pada Oktober setelah rentetan hasil buruk. Meski begitu, gaya kepemimpinannya yang tegas dan sikapnya yang mampu mengendalikan ruang ganti membuatnya tetap dihormati di kalangan pemain.
Gaya Kepelatihan dan Filosofi Bermain
Tudor ingin timnya bermain dengan keberanian dan intensitas tinggi. Ia pernah berkata saat melatih Marseille, bahwa ia menginginkan sepak bola yang menghibur dan bukan sekadar bertahan. Pendekatannya ini mirip dengan gaya Jurgen Klopp di Borussia Dortmund, yaitu sepak bola atraktif dan tekanan tinggi.
Meski gaya ini pernah dianggap terlalu liar untuk tim sekelas Juventus, di Marseille dan Lazio, ia sukses menunjukkan bahwa strategi ini efektif untuk tim-tim yang ingin tampil agresif dan berani menyerang.
Riwayat Karier dan Tantangan di Tottenham
Karier kepelatihan Tudor memang cenderung singkat-singkat di berbagai klub seperti PAOK, Galatasaray, dan Lazio. Ia belum pernah bertahan lebih dari dua tahun di satu tempat, tetapi ia dikenal sebagai pelatih yang cepat beradaptasi dan mampu memberikan dampak instan.
Tantangan terbesar Tudor di Tottenham adalah memastikan klub tetap bertahan di Liga Premier, yang belum pernah terjadi sejak 1977. Jadwalnya tidak mudah karena skuad tengah dilanda banyak cedera dan laga debutnya adalah derby melawan Arsenal di kandang.
Agenda dan Harapan ke Depan
Tudor tidak memiliki klausul perpanjangan dalam kontrak interim ini. Agar bisa dipertimbangkan secara permanen, Tudor perlu membawa Spurs meraih hasil positif, termasuk di Liga Champions. Spurs berpotensi bertemu Juventus di babak 16 besar, yang menawarkan reuni menarik bagi Tudor.
Kesuksesan Tudor juga akan sangat bergantung pada bagaimana ia memaksimalkan potensi pemain seperti Kolo Muani serta mengubah budaya permainan Spurs menjadi lebih dinamis dan berani. Jika mampu, Tudor bisa menjadi figur kunci dalam kebangkitan klub dan meraih tempat istimewa di hati pendukung Tottenham.





