
Fiorentina meraih kemenangan penting dengan skor 2-1 saat bertandang ke markas Como. Hasil ini sangat berpengaruh dalam upaya bertahan di Serie A sekaligus mengurangi peluang Como untuk melaju ke kompetisi Eropa.
Babak pertama berlangsung dengan tempo lambat dan minim peluang. Nicolo Fagioli membuka keunggulan bagi Fiorentina pada menit ke-29 setelah memanfaatkan bola hasil sapuan.
Pada babak kedua, Fiorentina langsung meningkatkan tekanan. Rolando Mandragora dijatuhkan di kotak penalti oleh Maximo Perrone, sehingga Moise Kean sukses mengeksekusi penalti dengan sempurna.
Como mulai bangkit dan menekan pertahanan tamu. Namun, serangan balik yang kurang efektif membuat mereka kesulitan menemukan celah.
Menjelang menit-menit akhir, Fabiano Parisi tak sengaja mencetak gol bunuh diri yang membawa Como mendekatkan skor. Namun, gol tersebut tidak cukup membalikkan keadaan.
Alvaro Morata, pemain pengganti dari Como, menerima kartu merah di penghujung pertandingan. Kondisi ini membuat Como kesulitan mengatur serangan balik.
Kemenangan ini memutus catatan Como yang sebelumnya tidak terkalahkan di kandang dalam kampanye ini. Selain itu, Como gagal mencetak kemenangan ketiga secara beruntun atas Fiorentina sejak era 1950-an.
Marco Brescianini mendapatkan predikat Man of the Match berkat performanya yang konsisten. Menurut data Opta, tim tamu mendominasi aspek teknis dan taktik sepanjang pertandingan.
Berikut rangkuman poin penting pertandingan:
1. Nicolo Fagioli membuka gol pada menit ke-29
2. Moise Kean menambah keunggulan lewat penalti di babak kedua
3. Fabiano Parisi mencetak gol bunuh diri pada menit 77
4. Alvaro Morata diusir wasit pada menit akhir laga
5. Como mengalami kekalahan kandang kedua musim ini
Kemenangan ini merupakan momentum vital bagi Fiorentina dalam menjaga peluang bertahan di Serie A. Sementara Como harus mempertimbangkan kembali strategi mereka jika masih ingin meraih tiket ke kompetisi Eropa.





