Wasit Serie A Akui Pengusiran Kalulu Juve Salah, Kontroversi Jadi Sorotan Publik

Pierre Kalulu dari Juventus mendapat kartu merah kedua dalam pertandingan melawan Inter Milan, namun keputusan tersebut dianggap keliru oleh Gianluca Rocchi, penunjuk wasit Serie A. Rocchi secara terbuka mengakui bahwa wasit Federico La Penna membuat kesalahan dalam memberikan kartu kuning kedua yang menyebabkan Kalulu diusir dari lapangan.

Kalulu mendapat kartu merah usai Alessandro Bastoni dari Inter terjatuh dan menunjuk ke wasit, menuding Kalulu menarik bajunya. Rekaman video menunjukkan tidak ada kontak fisik antara kedua pemain, menimbulkan dugaan simulasi dari Bastoni. Juventus harus bermain dengan sepuluh pemain dan akhirnya kalah 2-3 dari Inter yang memperlebar jarak poin di puncak klasemen menjadi delapan poin.

Pengakuan dari Penunjuk Wasit

Gianluca Rocchi mengungkapkan penyesalan mendalam atas keputusan wasit La Penna. “Kami sangat menyesal atas keputusan La Penna, yang jelas salah, dan tidak adanya penggunaan VAR untuk memperbaiki kesalahan tersebut,” kata Rocchi kepada ANSA. Ia menambahkan bahwa La Penna merasa sangat terpukul atas kejadian ini dan bahwa kesalahan tersebut juga berasal dari simulasi yang dilakukan pemain lawan.

Keterbatasan Protokol VAR

Meskipun Kalulu sempat melakukan protes dengan melakukan isyarat penggunaan VAR, protokol VAR di Serie A tidak mengizinkan penggunaan teknologi tersebut untuk kartu kuning, bahkan yang berujung pada kartu merah kedua. Hal ini memicu kontroversi terkait aturan yang berlaku di liga.

Reaksi Juventus

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, bersama direktur klub Giorgio Chiellini, sempat menghadang La Penna di lorong stadion untuk menyampaikan keberatan. Chiellini menyatakan bahwa kejadian tersebut tidak dapat diterima dan menuntut perubahan kebijakan VAR. “Kejadian ini tidak boleh terulang, apalagi di pertandingan besar seperti ini,” ujarnya kepada Sky Italia.

Dampak Terhadap Klasemen Serie A

Kartu merah Kalulu berdampak signifikan pada hasil pertandingan dan posisi Juventus di klasemen. Kekalahan ini membuat Inter semakin jauh memimpin dengan keunggulan delapan poin, memberikan tekanan lebih besar pada Juventus untuk memperbaiki performa di laga selanjutnya.

Insiden ini membuka perdebatan tentang perlunya revisi aturan VAR, khususnya terkait keputusan kartu kuning kedua, demi menjaga fairness dan akurasi dalam pertandingan penting Serie A.

Berita Terkait

Back to top button