Kepala wasit Italia, Gianluca Rocchi, memberikan tanggapan atas kemarahan Juventus terkait kekalahan mereka 3-2 dari Inter Milan. Kontroversi utama muncul akibat kartu merah yang diterima Pierre Kalulu pada menit ke-42 yang memicu protes keras dari pihak Juventus.
Kalulu dikartu kuning kedua karena dianggap melakukan pelanggaran pada Alessandro Bastoni menjelang turun minum. Namun, tayangan ulang memperlihatkan bahwa Kalulu tidak menyentuh pemain Inter tersebut, sehingga keputusan wasit Federico La Penna dianggap keliru.
Manajer umum Juventus, Damien Comolli, sangat marah hingga pelatih Luciano Spalletti harus menenangkan emosi La Penna saat turun minum. La Penna pun akhirnya mengakui kesalahannya atas insiden itu.
Rocchi menyatakan penyesalan mendalam atas kejadian tersebut dan mengungkapkan bahwa La Penna merasa sangat bersalah. Namun, ia juga menambahkan bahwa kesalahan wasit bukan hanya terjadi dari satu pihak saja.
Menurut Rocchi, wasit menghadapi manipulasi berupa diving yang merupakan bagian dari masalah berulang di liga seri A. Ia berpendapat bahwa pelatih pun sering kali tidak membantu, bahkan mempermalukan wasit.
Rocchi menegaskan bahwa wasit selalu siap bertanggung jawab atas kesalahan mereka tetapi sering kali tidak mendapatkan dukungan. Ia menyindir bahwa hanya wasit yang mengakui kesalahan, sementara pihak lain lebih malas introspeksi.
Berikut beberapa poin penting dari pernyataan Gianluca Rocchi:
1. La Penna mengakui kesalahannya atas kartu merah Kalulu.
2. Kesalahan wasit tidak hanya terjadi pada satu keputusan saja.
3. Wasit mengalami tekanan dari perilaku diving yang sistemik.
4. Pelatih tidak banyak membantu melainkan justru mempersulit wasit.
5. Wasit adalah pihak terakhir yang harus bertanggung jawab dalam konflik.
6. Rocchi berharap semua pihak mau melakukan evaluasi diri.
Polemik keputusan wasit ini kembali menyoroti ketegangan yang sering terjadi antara Juventus dan otoritas wasit Italia. Pernyataan Rocchi menegaskan pentingnya keterbukaan dari semua pihak untuk menjaga integritas pertandingan liga teratas Italia.
