Mantan Bos Juventus Moggi Sebut Drama Bastoni Jadi Awal Semua Masalah Tim

Mantan direktur Juventus, Luciano Moggi, mengkritik keras perilaku Alessandro Bastoni dalam kemenangan Inter Milan pada pertandingan akhir pekan lalu. Moggi menilai insiden Bastoni menjadi awal dari kontroversi yang mempengaruhi jalannya laga Derby d’Italia tersebut.

Inter berhasil menang 3-2, dengan bek sayap Juventus Pierre Kalulu menerima kartu merah setelah mendapatkan dua kartu kuning. Kartu kuning kedua diberikan akibat pelanggaran Kalulu terhadap Bastoni, yang dinilai melakukan diving untuk mendapatkan pelanggaran tersebut. Namun, wasit Federico La Penna tetap mempertahankan keputusannya karena VAR di Italia hanya dapat digunakan untuk intervensi pada kartu merah langsung.

Moggi menyatakan kepada TMW bahwa pertandingan Derby d’Italia tersebut penuh dengan keputusan wasit yang tidak memadai. Ia juga menyoroti ketidakkonsistenan aturan VAR yang berubah-ubah sehingga membuat situasi semakin membingungkan bagi semua pihak yang terlibat.

Menurut Moggi, ketika teknologi VAR pertama kali diperkenalkan, banyak pihak merasa hal itu akan meniadakan kecurangan terhadap Juventus. Namun, kini mereka yang semula mendukung justru menjadi pihak yang mengutuk penggunaan VAR. Ia menegaskan bahwa VAR seharusnya konsisten dalam mengambil keputusan, baik selalu mengintervensi atau tidak sama sekali.

Moggi secara spesifik mengkritik Bastoni yang menurutnya “berbuat salah dengan melakukan aksi teatrikal yang memicu kerumunan”. Ia menilai tindakan Bastoni sangat naif karena sebagai pemain Inter, ia seharusnya paham betul bahwa duel melawan Juventus sangat sensitif dan mudah berkembang menjadi situasi panas.

Lebih lanjut, Moggi mengatakan kalau insiden tersebut menjadi titik mula kekacauan pertandingan. Ia mencontohkan bahwa seluruh pihak semestinya bisa tetap tenang dan cukup mengkritisi keputusan wasit yang dirasa kurang tepat tanpa harus memprovokasi suasana. Pola seperti itulah yang diharapkan agar tidak merusak pertandingan sejak awal, terlebih dalam laga-laga besar seperti Derby d’Italia.

Beberapa poin pentin terkait pernyataan Moggi:

1. Wasit dan VAR dianggap tidak memadai dalam penanganan insiden.
2. Bastoni dituding berakting untuk memenangkan pelanggaran, sehingga memicu emosi penonton.
3. VAR dianggap tidak konsisten dan aturannya sering berubah.
4. Moggi menyerukan agar pemain lebih berhati-hati dalam laga Derby yang selalu sensitif.
5. Ia menyarankan agar semua pihak menjaga atmosfer pertandingan agar tidak mudah terbakar.

Kritikan mantan petinggi Juventus ini kembali menyoroti kontroversi penggunaan VAR dan sikap pemain dalam duel sengit, sekaligus mengingatkan pentingnya pengendalian diri pada momen-momen krusial. Insiden Bastoni di Derby d’Italia pun menjadi contoh bagaimana perilaku individu dapat mempengaruhi jalannya pertandingan secara keseluruhan.

Berita Terkait

Back to top button