Bintang Galatasaray Osimhen Ungkap Perlakuan Napoli dan Ketertarikan Juventus

Victor Osimhen, bintang Galatasaray saat ini, mengungkapkan perlakuan buruk yang ia alami selama masa-masanya di klub sebelumnya, Napoli. Ia menyatakan bahwa pihak Napoli memperlakukannya “seperti anjing,” sebuah pengakuan yang mengejutkan publik dan para penggemar sepak bola.

Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport menjelang laga play-off Liga Champions, Osimhen menjelaskan bahwa meskipun ia menghormati pelatih Luciano Spalletti yang pernah membawanya meraih gelar Scudetto, hubungan dengan manajemen klub berjalan sangat buruk. Ia menegaskan bahwa mantan direktur olahraga Juventus, Cristiano Giuntoli, pernah menghubunginya untuk bergabung ke Juventus sebelum negosiasi dengan Galatasaray dimulai. Namun, Osimhen menyadari bahwa presiden Napoli tidak akan membiarkannya pergi.

Osimhen menyinggung peristiwa yang memicu keretakan antara dia dan Napoli, yaitu sebuah video yang diunggah oleh klub di TikTok setelah Osimhen gagal mengeksekusi penalti pada pertandingan melawan Bologna. Dalam video tersebut, Osimhen merasa dirinya menjadi sasaran olok-olok dengan konotasi yang menyakitkan. Ia juga mengaku mendapat pelecehan rasial selama di Napoli.

Ia mengatakan, “Saya menjadi korban penghinaan rasial dan memutuskan untuk pergi. Saya menghapus foto-foto dengan jersey Napoli dari Instagram, namun hal itu malah dimanfaatkan untuk memancing kemarahan suporter.” Osimhen bahkan menyebut bahwa putrinya lebih mencintai Napoli daripada Nigeria, yang menambah perasaan sedihnya atas perlakuan klub tersebut.

Pada tahap berikutnya, striker asal Nigeria ini mengungkapkan adanya kesepakatan “gentleman” agar ia dapat meninggalkan klub pada musim panas berikutnya. Namun, janji itu tidak dipenuhi sepenuhnya. Ia merasa diperlakukan dengan buruk, diminta bermain di berbagai posisi dan tempat tanpa kepastian. Menurut Osimhen, “Mereka memperlakukan saya seperti anjing. Saya sudah bekerja keras untuk kemajuan karier saya dan tidak bisa menerima perlakuan seperti itu.”

Pelatih Antonio Conte, yang saat itu baru saja tiba di Napoli, sempat memanggil Osimhen dan menyatakan bahwa ia mengetahui kondisi sang pemain. Meski demikian, Conte menginginkan Osimhen tetap bertahan di klub. Namun, Osimhen sudah memiliki keputusan akhir untuk tidak melanjutkan karier di Napoli karena ketidakbahagiaannya.

Pengakuan ini membuka tabir konflik internal yang selama ini tidak pernah diungkap secara gamblang. Selain itu, ia juga mengonfirmasi bahwa Juventus sempat menjadi tujuan potensial sebelum akhirnya bergabung dengan Galatasaray. Kisah perjuangan dan pengalaman pahit Osimhen di Napoli ini memberikan gambaran tentang dinamika rumit yang dialami para pemain sepak bola profesional di balik layar klub besar.

Berita Terkait

Back to top button