Inter Perkokoh Puncak Klasemen Serie A Usai Menang Mudah Atas Lecce

Inter Milan semakin kukuh di puncak klasemen Serie A usai meraih kemenangan nyaman 2-0 atas Lecce di Stadio Ettore Giardiniero. Kemenangan ini menandai kemenangan ketujuh beruntun Inter di liga dan sekaligus menjadi kemenangan kedelapan secara beruntun atas Lecce.

Manajer Cristian Chivu melakukan tujuh perubahan pemain sejak awal pertandingan untuk menghadapi tantangan fisik dalam perjalanan jauh melintasi Italia. Meski Lecce tampil percaya diri dengan dua kemenangan beruntun terakhir, mereka langsung mendapat pukulan di menit awal.

Dalam waktu kurang dari semenit, Kialonda Gaspar harus digantikan juru ganti Jamil Siebiert karena cedera. Meski begitu, Siebiert memberikan kontribusi penting dengan melakukan penyelamatan di garis gawang pada menit ke-10 menghadang tendangan volly Luis Henrique yang hampir menjebol gawang Lecce.

Tuan rumah juga sempat menunjukkan perlawanan dengan beberapa intervensi kiper Wladimiro Falcone yang menolak peluang-peluang berbahaya dari Inter. Sampai babak pertama usai, Lecce hanya mencatat satu tembakan yang meleset sehingga mereka bersyukur dapat tetap bertahan tanpa kebobolan.

Memasuki babak kedua, Inter sempat mengira telah membuka skor melalui gol Marcus Thuram yang dibantu Federico Dimarco. Namun gol tersebut dianulir karena Thuram dalam posisi offside. Tekanan di puncak klasemen membuat Chivu melakukan pergantian empat pemain setelah menit ke-60 untuk meningkatkan agresivitas tim.

Salah satu pemain pengganti, Henrikh Mkhitaryan, membayar kepercayaan pelatih dengan mencetak gol pembuka pada menit ke-75. Ia menuntaskan umpan sepak pojok dari Dimarco dengan penyelesaian ciamik di dalam kotak penalti, mencatatkan gol keduanya musim ini.

Gol tersebut membuat tekanan berkurang di kubu Inter dan berimbas pada gol kedua yang dicetak oleh rekan pengganti Manuel Akanji. Berkat lagi-lagi assist dari tendangan sudut Dimarco, Akanji berhasil menyundul bola masuk ke gawang Lecce, memastikan kemenangan 2-0 bagi Inter.

Kemenangan ini menempatkan Inter Milan sebagai pemimpin liga dengan tekanan kini dialihkan ke pesaing terdekatnya yakni AC Milan dan Napoli yang baru akan bertanding pada pertandingan berikutnya. Sementara itu, Lecce tetap berada di posisi ke-17 dengan hanya tiga poin berjarak dari zona degradasi.

Statistik pertandingan juga menunjukkan performa impresif Federico Dimarco hingga dinobatkan sebagai Man of the Match. Pemain ini memiliki peranan besar dalam gol-gol penting melalui assist-assist tendangan sudutnya.

Berikut data singkat pertandingan seri A antara Lecce melawan Inter:
1. Kemenangan beruntun Inter: 7 kali di liga, 8 kali atas Lecce
2. Gol Inter: Henrikh Mkhitaryan (menit 75), Manuel Akanji (menit akhir)
3. Pergantian pemain penting: 7 dari awal, 4 setelah menit ke-60
4. Posisi klasemen Lecce: ke-17, tiga poin di atas zona degradasi

Kemenangan ini memperjelas dominasi Inter Milan dalam perburuan Scudetto musim ini dengan strategi pergantian pemain yang efektif serta kualitas eksekusi bola mati yang tinggi. Tim asuhan Chivu menunjukkan ketangguhan mental dan kualitas skuad yang mampu bertahan meski dalam perjalanan dan kondisi yang menantang.

Berita Terkait

Back to top button