
Ruben Loftus-Cheek dipastikan absen selama hampir dua bulan akibat menjalani operasi patah rahang. Pemain tengah AC Milan ini mengalami cedera saat laga Serie A melawan Parma pada akhir pekan lalu.
Insiden itu terjadi setelah Loftus-Cheek berbenturan dengan kiper Parma, Edoardo Corvi, yang membuatnya harus dibawa keluar stadion menggunakan tandu dengan penyangga leher. AC Milan mengonfirmasi bahwa Loftus-Cheek mengalami patah pada proses alveolar rahang.
Proses Operasi dan Kondisi Loftus-Cheek
Tim medis AC Milan melakukan operasi pada hari Senin untuk mengurangi dan menstabilkan patah tersebut. Klub menyatakan operasi berjalan sukses dan kondisi Loftus-Cheek sudah membaik sehingga ia sudah diperbolehkan pulang.
Perkiraan masa pemulihan Loftus-Cheek adalah sekitar delapan minggu sebelum dapat kembali bermain. Hal ini menjadi pukulan bagi Milan yang saat ini berada di urutan kedua klasemen Serie A, tertinggal 10 poin dari Inter Milan.
Dampak Cedera pada Performa AC Milan
Musim ini Loftus-Cheek tampil cukup produktif dengan catatan tiga gol dan satu assist selama 26 pertandingan. Kehilangan pemain berusia 30 tahun ini diperkirakan akan mempengaruhi dinamika lini tengah Milan dalam beberapa laga ke depan.
Klub kemungkinan harus mencari opsi pengganti sementara untuk mengisi kekosongan di lini tengah. AC Milan masih fokus mempertahankan performa demi menjaga persaingan ketat di papan atas Serie A.
Rekap Informasi Penting:
- Cedera akibat benturan dengan kiper Parma pada laga Serie A.
- Patah alveolar pada rahang mengharuskan operasi.
- Operasi sukses dan pemain sudah diperbolehkan pulang.
- Diperkirakan absen selama delapan minggu.
- Loftus-Cheek telah memberikan kontribusi signifikan musim ini.
Cedera ini menjadi tantangan tambahan bagi AC Milan yang tengah berjuang mempertahankan posisi di zona Liga Champions. Proses pemulihan Loftus-Cheek akan mendapat perhatian khusus dari staf medis klub.





