Ruben Loftus-Cheek menyatakan bahwa masa tersulit sudah berlalu setelah mengalami patah rahang. Cedera tersebut diperkirakan membuat gelandang AC Milan ini harus absen selama sekitar delapan minggu.
Insiden terjadi saat Loftus-Cheek bertabrakan dengan kiper Parma, Edoardo Corvi, pada laga Serie A di San Siro. Akibat benturan itu, pemain asal Inggris tersebut harus dibawa keluar lapangan menggunakan tandu dan diberi penyangga leher.
AC Milan mengonfirmasi cedera tersebut melalui pernyataan resmi klub. Mereka menyebutkan bahwa Loftus-Cheek mengalami fraktur pada proses alveolar rahang, yang tentunya membutuhkan waktu pemulihan cukup lama.
Lewat Instagram story, Loftus-Cheek mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diterimanya. Ia mengatakan, “Itu pukulan berat, tapi fase terburuk sudah berlalu.”
Gelandang 26 tahun itu juga memberi apresiasi kepada tim medis yang merawatnya dengan profesionalisme tinggi. Selain itu, dia menyebutkan bahwa motivasi dan dukungan dari fans sangat membantunya melalui masa sulit ini.
“Terima kasih juga kepada rekan-rekan setim. Kami adalah sebuah keluarga yang kuat dan bersatu,” imbuh Loftus-Cheek. Ia menegaskan komitmennya untuk terus maju demi mencapai tujuan bersama.
Jika prediksi waktu pemulihan delapan minggu tepat, Loftus-Cheek akan melewatkan beberapa pertandingan penting Serie A. Di antaranya adalah laga-laga melawan Inter Milan, Napoli, dan kemungkinan Juventus yang menjadi persaingan ketat Rossoneri musim ini.
Absennya Loftus-Cheek tentu menjadi tantangan bagi AC Milan dalam mempertahankan performa. Namun, dukungan dari tim dan fans diyakini akan membantu proses pemulihannya berjalan optimal.
Pernyataan resmi AC Milan dan pesan positif dari Loftus-Cheek menggambarkan semangat besar untuk bangkit. Hal ini menjadi sinyal bahwa pemain ini siap kembali memperkuat skuad Rossoneri setelah masa pemulihan selesai.
