
Rafael Leao memberikan kesaksian mendalam mengenai kematian tragis rekan senegaranya, Diogo Jota, yang meninggal dunia akibat kecelakaan mobil pada Juli lalu di wilayah Zamora, Sanabria, Spanyol. Peristiwa ini mengguncang dunia sepak bola dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, klub, dan para pemain yang mengenalnya.
Liverpool secara simbolis menarik nomor punggung 20 yang pernah dipakai Jota sebagai bentuk penghormatan. Para pendukung klub pun masih rutin menyanyikan nama Jota setiap pertandingan mencapai menit ke-20 sebagai pengingat dan penghormatan.
Kenangan yang Hidup di Lapangan
Leao, yang pernah bermain bersama Jota di tim nasional Portugal, mengungkapkan bahwa semangat Jota tetap terasa setiap kali mereka berlaga. “Setiap pertandingan, kami selalu memikirkan dia,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa Jota selalu hadir merayakan bersama jika mencetak gol, sehingga kehadirannya sangat dirindukan.
Jota dikenal sebagai sosok yang peduli dan selalu membantu rekan satu tim, termasuk Leao sendiri. “Dia sering berbicara dengan keluarganya di sudut lapangan, tapi selalu siap membantu dan menjadi teman yang baik,” tambah Leao.
Pengaruh Jota pada Tim Nasional dan Klub
Di luar lapangan, Jota juga kerap meminta Leao untuk mengurus tiket pertandingan AC Milan demi keluarganya. Hal ini menunjukkan kedekatan personal yang kuat di antara para pemain.
Menyambut Piala Dunia yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, Leao dan rekan-rekannya bertekad memberikan penghormatan terbaik bagi Jota melalui penampilan mereka. Ingatan akan Jota menjadi motivasi tersendiri untuk menampilkan yang terbaik di turnamen internasional tersebut.
Jota mungkin telah tiada, namun pengaruh dan kenangannya terus hidup dan menguat di setiap laga tim nasional maupun di hati para penggemar sepak bola. Rafael Leao dan banyak orang lainnya terus mengenang serta menaruh hormat kepada sang pemain yang meninggalkan jejak mendalam.





