Ringkasan Play-Off UCL: Prestianni Diskors karena Pelecehan Ras, Atalanta Dibalikkan Keputusan

Drama di Play-Off UCL: Prestianni Diskors karena Pelecehan Rasial, Atalanta Lakukan Pembalikan Keadaan

Dua pekan terakhir babak play-off Liga Champions UEFA (UCL) berlangsung dengan ketat dan penuh drama. Salah satu momen paling kontroversial terjadi saat Benfica menghadapi Real Madrid, yang berujung pada skorsing pemain Benfica, Prestianni, karena pelecehan rasial kepada Vinicius Jr.

Pertandingan kedua tim tersebut diwarnai oleh insiden saat Vinicius Jr mencetak gol penentu di babak kedua. Prestianni tertangkap kamera menutup mulut dan diduga melontarkan hinaan rasial. Vinicius kemudian menolak melanjutkan permainan sampai sang wasit mengaktifkan protokol anti-rasisme. UEFA menyelidiki kejadian itu dan memutuskan Prestianni dikenai skorsing satu pertandingan, sehingga ia tidak tampil di leg kedua play-off. Real Madrid pun berhasil lolos dengan agregat 3-1, berkat gol penting Vinicius di menit ke-80 di hadapan hampir 80 ribu penonton di stadion Santiago Bernabeu.

Atalanta Bangkit Dengan Pembalikan Dramatis

Sementara itu, Atalanta menunjukkan ketangguhan luar biasa setelah tertinggal dua gol di leg pertama melawan Borussia Dortmund. Dalam laga tandang di Signal Iduna Park, Bensebaini gagal membersihkan bola yang dimanfaatkan Scamacca untuk membuka skor. Kemudian, Zappacosta menambah gol lewat tembakan jarak jauh. Pasalic menyumbang gol kepala meskipun mendapat kontak fisik, lalu Samardzic mengeksekusi penalti di masa injury time, membawa Atalanta menang agregat 4-3.

Atalanta kini menanti lawan berikutnya yang berpotensi dari pertemuan Arsenal kontra Bayern Munich. Performa mereka menjadi contoh kuat bagi tim lain di fase gugur yang sedang berjuang mempertahankan posisi.

Sorotan Lain dari Play-Off UCL

  1. Galatasaray mengejutkan Juventus dengan kemenangan agregat 7-5 berkat ketahanan ekstra di babak perpanjangan waktu.
  2. Paris Saint-Germain tampil kembali tegar mengatasi Monaco dengan skor agregat 5-4 melalui gol krusial dari Marquinhos dan Kvaratskhelia.
  3. Atlético Madrid membalas kekalahan leg pertama dengan kemenangan total 7-4 atas Club Brugge, berkat hat-trick Sørloth.
  4. Newcastle United menunjukkan dominasi besar atas Qarabağ FK dengan agregat 9-3, didukung ledakan gol Anthony Gordon.
  5. Bayer Leverkusen melaju dengan kemenangan agregat 2-0 atas Olympiakos berkat gol cepat dari Patrik Schick.

Momen-momen ini menegaskan semangat dan ketegangan di babak play-off UCL dalam menentukan 16 tim terbaik yang melaju ke babak selanjutnya. Insiden seperti kasus Prestianni juga menyoroti pentingnya penanganan serius terhadap masalah diskriminasi di dunia sepak bola. Sementara itu, comeback dramatis Atalanta akan menjadi cerita inspiratif bagi pertandingan-pertandingan mendatang.

Pertandingan babak 16 besar pun sudah dinantikan, di mana para raksasa Eropa berjuang keras untuk merebut gelar juara paling bergengsi di klub-klub sepak bola.

Berita Terkait

Back to top button