Inter mengukuhkan posisi puncak klasemen Serie A setelah menang 2-0 atas Genoa di San Siro. Federico Dimarco dan Hakan Calhanoglu masing-masing mencetak gol yang membawa Inter semakin unggul 13 poin dari pesaing terdekat.
Pada pertandingan tersebut, Inter tampil dominan dengan xG 1,54 berbanding 0,21 milik Genoa. Gol pertama tercipta pada menit ke-31 ketika Dimarco melepaskan tembakan cepat ke sudut bawah gawang setelah memanfaatkan umpan Henrikh Mkhitaryan.
Genoa berusaha memberikan tekanan, tetapi tidak mampu menembus pertahanan Inter maupun mengancam kiper Yann Sommer secara berarti. Kesempatan besar Genoa justru berbuah penalti bagi Inter akibat handball pemain pengganti Alex Amorim pada menit ke-70.
Calhanoglu yang baru kembali dari cedera tampil meyakinkan dengan mengeksekusi penalti ke sudut bawah gawang, menambah keunggulan menjadi 2-0. Sejak kedatangannya ke Inter, Calhanoglu telah mengoleksi 21 gol dari titik penalti, terbanyak di Serie A.
Inter kini tak terkalahkan dalam 14 pertandingan Serie A melawan Genoa, dengan rekor 11 kemenangan dan 3 hasil imbang. Dalam rangkaian pertandingan tersebut, mereka mencetak 35 gol dan hanya kebobolan 5 kali.
Catatan positif juga ditunjukkan oleh Dimarco yang telah mencetak 6 gol di Serie A musim ini, angka terbaik dalam kariernya. Total keterlibatannya dalam gol musim ini mencapai 20, termasuk 14 assist, menunjukkan kontribusinya yang signifikan.
Susunan pemain utama Inter dalam laga ini adalah Yann Sommer sebagai kiper, dengan lini belakang diisi De Vrij, Dimarco, dan Akanji, serta dukungan lini tengah dari Barella dan Mkhitaryan. Sementara Genoa menggunakan skema dengan Malinovskiy sebagai penjaga gawang dan didukung oleh pemain seperti A. Martín dan Vitinha.
Pertandingan ini juga menjadi pembuktian mental Inter setelah mengalami kegagalan di babak play-off Liga Champions melawan Bodo/Glimt. Kini fokus tim asuhan Cristian Chivu tertuju pada menjaga performa impresif di liga domestik.
Dengan kemenangan ini, Inter semakin kokoh sebagai pemuncak klasemen dan memperbesar peluang mereka untuk meraih gelar Serie A. Performa konsisten pemain kunci seperti Dimarco dan Calhanoglu menjadi faktor utama dalam keberhasilan tersebut.
