Cesc Fabregas menyatakan bahwa Como merasa ada "rasa sedikit pahit" setelah bermain imbang tanpa gol melawan Inter di leg pertama semifinal Coppa Italia. Meski begitu, Fabregas yakin timnya tampil lebih baik sepanjang pertandingan di Stadio Giuseppe Sinigaglia.
Dari segi statistik, Como mencatat expected goals (xG) sebesar 0,9 dari lima tembakan, jauh lebih unggul dari Inter yang hanya memiliki xG 0,1 dengan tiga upaya yang semuanya meleset. Fabregas menilai Como pantas memperoleh hasil lebih baik, terutama setelah peluang emas yang gagal dikonversi Alex Valle di babak kedua.
Como Menguasai Permainan
Fabregas menyebut laga berlangsung seperti permainan catur yang sangat taktis. Como mampu mengendalikan pertandingan melawan tim terkuat Serie A dan membatasi Inter hanya mendapatkan satu tembakan tepat sasaran. "Kami bermain sesuai rencana dan solid di lini belakang," ujar Fabregas.
Peluang terbaik datang dari Alex Valle yang gagal memanfaatkan peluang dekat gawang. Fabregas merasa hal itu menjadi momen kunci yang harusnya bisa mengubah skor menjadi kemenangan bagi Como. "Kami meninggalkan sedikit rasa pahit karena hasil ini," tambahnya.
Perubahan Formasi Inter dan Tantangan
Pelatih Inter, Cristian Chivu, melakukan perubahan signifikan dengan menurunkan Francesco Pio Esposito sebagai penyerang tunggal. Tanpa kapten Lautaro Martinez yang cedera, formasi Inter beralih dari 3-5-2 ke taktik baru dengan dua gelandang kreatif, Andy Diouf dan Davide Frattesi.
Chivu mengakui ada tantangan dalam menyesuaikan skuatnya dalam waktu singkat. "Anak-anak cepat memahami taktik dan berusaha memberikan yang terbaik," ujarnya. Dia juga mengakui Como mendominasi penguasaan bola dalam pertandingan ini.
Fokus pada Leg Kedua
Fabregas menyatakan bahwa hasil imbang ini meninggalkan peluang terbuka untuk leg kedua bulan depan. Dia berharap timnya mampu memperbaiki peluang penyelesaian sehingga dapat meraih kemenangan. Sementara itu, Inter harus menemukan cara mengatasi tekanan Como jika ingin lolos ke final.
Pertandingan ini jadi catatan penting bagi kedua tim dalam strategi dan mental jelang duel penentuan. Fabregas dan pihak Como tetap optimistis meskipun ada rasa kecewa kecil dari hasil ini.
