
Maurizio Sarri menyatakan bahwa Lazio sebenarnya bisa membawa kemenangan pada leg pertama semifinal Coppa Italia melawan Atalanta jika dukungan suporter hadir di stadion. Pertandingan di Stadio Olimpico tersebut berakhir imbang 2-2, dengan mayoritas fans Lazio melakukan protes terhadap presiden klub Claudio Lotito.
Hanya sekitar 5.000 tiket yang terjual, sehingga stadion terasa hampa dan hanya sedikit pendukung yang hadir di dalam arena. Sarri menilai suasana tanpa penonton di dalam stadion memengaruhi performa timnya. Ia menyebut situasi itu “mengerikan” dan menyayangkan Lazio harus terbiasa dengan kondisi tersebut.
Lazio sempat unggul dua kali melalui gol Fisayo Dele-Bashiru menit ke-46 dan Boulaye Dia menit ke-86. Namun, Atalanta berhasil menyamakan skor dua kali lewat Mario Pasalic dan Yunus Musah. Sarri yakin jika ada sekitar 45.000 pendukung di tribun, Lazio mungkin bisa membawa kemenangan pulang.
Meskipun hasil akhir imbang, Sarri puas dengan penampilan anak asuhnya yang bermain di level tinggi. Ia menyebut Atalanta merupakan lawan yang kuat dan mengakui leg kedua di Bergamo akan menjadi pertandingan yang sulit. Lazio tetap optimistis dan siap berjuang untuk lolos ke final.
Pertandingan leg kedua akan digelar di New Balance Arena, Bergamo, pada 21 April. Pemenang laga tersebut akan menghadapi juara antara Inter atau Como di final Coppa Italia yang berlangsung pada Mei.
Pelatih Atalanta, Raffaele Palladino, memberikan pujian atas penampilan timnya yang mampu bangkit dan menyamakan skor. Ia menyebut pertandingan berlangsung seimbang dan menarik untuk ditonton karena Lazio dikenal memiliki kualitas tinggi di bawah asuhan Sarri.
Palladino juga menegaskan bahwa pertandingan leg kedua di kandang mereka akan menjadi pertarungan terbuka dengan peluang 50-50. Ia optimis anak asuhnya bisa memanfaatkan dukungan suporter sendiri untuk mencapai final. Performansi positif pada leg pertama menjadi modal penting bagi Atalanta dalam laga penentuan nanti.





