
Massimo Moratti, mantan presiden Inter Milan, menunjukkan kemarahannya usai kekalahan dalam derby melawan AC Milan pada Minggu malam. Ia menilai sikap dan energi tim di lapangan sangat mengecewakan dan tidak pantas untuk sebuah laga penting seperti derby.
Dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport, Moratti secara tegas menyatakan bahwa kekalahan tersebut bukan hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga menunjukkan sikap pasif pemain selama pertandingan. Ia menyoroti kurangnya intensitas dan semangat juang tim yang menurutnya sudah terlihat sejak pertandingan sebelumnya.
Kritik Terhadap Sikap Pemain Inter Milan
Moratti menyebut performa Inter di derby "benar-benar memalukan" karena kurangnya tensi dan antusiasme. Ia menegaskan bahwa tim memiliki kapasitas dan energi untuk terus berusaha meraih kemenangan. Sikap acuh tak acuh yang diperlihatkan dalam 10 menit terakhir pertandingan sebelumnya kontra Como, menurutnya, telah berimbas pada mental pasif di laga derby.
Menurut Moratti, pendekatan Inter yang sengaja melemahkan tempo saat pertandingan Coppa Italia dengan Como adalah “omong kosong belaka” dan memberikan konsekuensi nyata dalam penurunan performa. “Sepak bola akan membayar mahal untuk sikap semacam itu,” tegasnya.
Harapan di Perebutan Scudetto
Meski marah dengan sikap Inter, Moratti tetap optimis dengan peluang timnya meraih Scudetto. Ia menilai jarak tujuh poin yang dimiliki saat ini sudah cukup besar dan pantas diapresiasi. Moratti juga menunggu kembalinya striker andalan Lautaro Martinez sebagai faktor kunci untuk memperkuat lini depan Inter di pertandingan mendatang.
Ia mengingatkan agar para pemain tidak menganggap enteng keunggulan yang telah diraih. Moratti berharap jika Inter memang berhasil menjadi juara, pencapaian tersebut tidak dianggap remeh atau hanya sebagai hal biasa.
Secara keseluruhan, kritik dan komentar Moratti menyiratkan kebutuhan mendesak bagi Inter Milan untuk membangkitkan motivasi dan disiplin permainan guna menghadapi sisa musim dengan performa terbaik. Tekanan seputar derby dan persaingan Scudetto menjadi panggilan bagi tim untuk segera mengoreksi sikap dan mental bertanding demi masa depan klub.





