Allegri Tegaskan Milan Perlu Mulai Ulang Demi Raih Tiket Liga Champions

AC Milan harus segera “menekan tombol reset” dalam upaya mereka meraih tiket Liga Champions, kata pelatih Massimiliano Allegri setelah kekalahan yang menyakitkan dari Lazio pada pertandingan terakhir. Kekalahan ini mengancam harapan Milan untuk mengejar pemuncak klasemen sementara, Inter Milan.

Gol tunggal Gustav Isaksen pada menit ke-26 di Stadio Olimpico menjadi penentu, sekaligus membuat jarak Milan dengan Inter menjadi delapan poin. Sementara itu, Atalanta bermain imbang 1-1 melawan Roma sehari sebelumnya, gagal dimanfaatkan Milan untuk mengurangi ketertinggalan.

Menurut simulasi Opta, peluang Milan meraih Scudetto hanya sebesar 4,1 persen, sementara Inter menjadi favorit kuat dengan peluang 93,5 persen dengan delapan laga tersisa. Meski begitu, Allegri dan timnya memiliki peluang hingga 96,4 persen untuk finis di posisi empat besar guna memastikan tiket ke Liga Champions.

Persaingan memperebutkan posisi empat besar semakin ketat dengan hanya terpaut sembilan poin antara Milan di posisi kelima dan AS Roma di posisi keenam. Allegri menekankan pentingnya menjaga fokus agar target utama klub, yaitu kembali ke Liga Champions, dapat tercapai.

“Yang harus kita lakukan sekarang adalah menekan tombol reset. Banyak orang berbicara tentang Scudetto setelah kemenangan atas Inter, tapi kita harus realistis,” ujar Allegri kepada DAZN Italia. Ia menambahkan, “Tujuannya adalah lolos ke Liga Champions, kalau tidak, kita bisa merusak apa yang sudah dibangun dalam enam bulan terakhir.”

Kekalahan ini juga menjadi yang pertama bagi Milan dalam laga tandang Serie A musim ini setelah 14 pertandingan tanpa kekalahan (9 menang dan 5 imbang). Meski demikian, Milan tampil dengan peluang cukup mencolok, terutama lewat aksi Zachary Athekame yang golnya dianulir karena handball.

Dalam pertandingan tersebut, Milan mencatat total expected goals (xG) sebesar 1,19 dengan 17 kali tembakan, namun hanya tiga yang mengarah ke gawang. Lazio jauh lebih efisien dengan xG 0,41 dari tujuh tembakan. Milan juga mengalami kekalahan tanpa mencetak gol melawan Lazio untuk pertama kalinya sejak Januari tahun lalu.

Allegri mengakui laga sangat sulit karena dukungan suporter Lazio yang sudah kembali ke stadion. “Babak pertama mereka sangat kuat, kami seharusnya lebih terorganisir dan kurang melakukan kesalahan,” katanya. “Mereka berlari keras dan mulai melemah di babak kedua. Kami meningkatkan intensitas dan mencoba menyerang, tetapi gagal mencetak gol.”

Momen tegang terjadi saat Rafael Leao digantikan pada menit ke-67 oleh Niclas Fullkrug. Leao menunjukkan rasa frustrasinya dengan menolak untuk meninggalkan lapangan secara lancar dan sempat mendorong pelatih oleh kapten Mike Maignan. Allegri menjelaskan bahwa kemarahan Leao muncul karena merasa kurang mendapat servis yang baik.

“Leao kesal karena beberapa peluang yang bisa dimaksimalkan, tetapi hal seperti ini biasa terjadi dalam pertandingan,” ujar Allegri. Ia mengingatkan bahwa semua pemain ingin memenangkan pertandingan dan menjauh dari pengejar, terutama dengan Juventus yang kini hanya terpaut tujuh poin.

Allegri menegaskan musim masih panjang dan penting bagi Milan untuk memperbaiki kesalahan pada babak pertama dan tetap fokus dalam sisa pertandingan. Ini menjadi kunci bagi Milan untuk mengamankan posisi Liga Champions sebagaimana target klub musim ini.

Berita Terkait

Back to top button