
Gustav Isaksen mencetak gol tunggal yang mengantarkan Lazio meraih kemenangan 1-0 atas AC Milan di Stadio Olimpico, Minggu malam. Hasil ini semakin memperlemah harapan AC Milan untuk meraih gelar Scudetto pada musim ini.
Setelah Inter Milan, pemuncak klasemen, gagal meraih kemenangan sehari sebelumnya, Milan memiliki kesempatan untuk menempel di puncak. Namun, mereka tidak mampu memanfaatkan momentum tersebut dan tetap tertinggal delapan poin dari Inter.
Pada awal laga, Milan hampir memimpin melalui Strahinja Pavlovic, namun Oliver Provstgaard melakukan tekel penting untuk menggagalkannya. Sebaliknya, Lazio mendapat peluang lewat tendangan keras Kenneth Taylor yang membentur mistar gawang.
Dua menit setelah peluang tersebut, Isaksen membawa Lazio unggul dengan melewati Pervis Estupinan dan menuntaskan serangan dengan tembakan akurat ke pojok bawah kiri gawang. Gol ini menjadi penentu hasil pertandingan.
Pada menit ke-36, Daniel Maldini mendapat kesempatan menggandakan keunggulan Lazio setelah kesalahan dari Koni De Winter. Namun, tembakannya terlalu lemah dan mudah dihadang oleh kiper Mike Maignan.
Memasuki babak kedua, AC Milan mulai meningkatkan tekanan. Edoardo Motta melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan peluang dari Christian Pulisic dan Youssouf Fofana di dalam kotak penalti.
Zachary Athekame sempat menghasilkan gol yang tampak menyamakan kedudukan pada menit ke-75. Namun, gol tersebut dianulir karena adanya pelanggaran tangan yang dilakukan oleh sang pemain pengganti sebelum mencetak gol.
Meskipun Milan memberikan tekanan berkelanjutan hingga akhir, mereka gagal mencetak gol balasan. Percobaan tendangan melengkung Luka Modric menjadi peluang terbaik yang hampir membawa mereka imbang.
Statistik menunjukkan Lazio hanya memperoleh expected goals (xG) sebesar 0,41 dari tujuh tembakan dengan dua di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, Milan memiliki xG 1,19 dari 17 percobaan ke gawang Edoardo Motta.
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi AC Milan saat bertanding tandang di Serie A musim ini setelah 14 pertandingan tanpa kalah (9 menang, 5 seri). Sementara Lazio berhasil memenangkan dua pertandingan beruntun melawan tim dengan poin lebih tinggi mulai Desember lalu.
Kemenangan ini menandai langkah penting bagi Lazio yang berhasil menahan laju Milan di persaingan perebutan Scudetto. Sementara Rossoneri harus kembali memikirkan strategi untuk mengejar ketertinggalan di putaran selanjutnya.





