
Como meraih kemenangan penting 2-1 atas Roma dalam pertandingan Serie A yang berlangsung di Stadio Giuseppe Sinigaglia. Carlos menjadi pahlawan dengan gol kemenangan pada menit-menit akhir, membawa tim asuhan Cesc Fabregas naik ke posisi empat besar klasemen.
Roma sempat unggul lebih dulu lewat penalti Donyell Malen pada menit ke-6 setelah Diego Carlos menjatuhkan Stephan El Shaarawy di dalam kotak penalti. Namun, Como berhasil bangkit meski harus menghadapi tekanan dan beberapa peluang dari Nico Paz dan Alex Valle yang gagal menjadi gol.
Tasos Douvikas menyamakan kedudukan pada menit ke-60 dengan tendangan cermat di dekat tiang dekat hasil umpan terobosan dari Valle. Empat menit kemudian, Roma harus bermain dengan 10 pemain setelah Wesley menerima kartu kuning kedua karena tantangan terlambat pada Assane Diao.
Keunggulan pemain dimanfaatkan dengan baik oleh Como. Carlos berhasil menceploskan bola dari jarak dekat di dalam kotak penalti, memastikan kemenangan 2-1 bagi tim tuan rumah dan memperkuat posisi mereka dalam perebutan tiket Liga Champions.
Dengan hasil ini, Como unggul satu poin dari Roma dan Juventus, memperkokoh posisi mereka di tempat keempat klasemen Serie A yang sangat kompetitif. Fabregas dan timnya kini semakin dekat menorehkan sejarah dengan mengamankan tiket Liga Champions untuk pertama kalinya.
Douvikas kini telah mengoleksi 10 gol di Serie A musim ini, menjadi pencetak gol terbanyak Como dalam satu musim sejak Stefano Borgonovo pada 1985-86. Ia juga menjadi pemain asing pertama yang mencapai angka tersebut di Serie A bersama Como.
Sementara itu, Malen yang baru bergabung pada Januari, sudah menjadi top skor Roma dengan tujuh gol dalam sembilan pertandingan liga. Meski kalah, Roma terus mengandalkan kontribusi pemain baru tersebut untuk mengamankan posisi mereka di zona Eropa.
Statistik memperlihatkan Como layak menang dengan expected goals (xG) 2,22, jauh melampaui 0,86 milik Roma. Hasil ini menunjukkan dominasi Como baik dalam hal peluang maupun eksekusi di laga tersebut.
Pertandingan ini menunjukkan betapa sengitnya perebutan posisi empat besar di Serie A dengan Como, Roma, dan Juventus yang saling bersaing ketat. Fabregas dan anak asuhnya kini memiliki peluang besar menembus Liga Champions musim depan melalui jalur Serie A.





