Sporting CP Cetak Sejarah, Balik Kalah 3 Gol di Leg Pertama dengan Cara Langka

Sporting CP berhasil melakukan comeback spektakuler setelah tertinggal tiga gol pada leg pertama melawan Bodo Glimt. Pada leg kedua yang digelar melalui babak tambahan, Sporting CP memetik kemenangan 5-0 dan melaju ke babak berikutnya menghadapi Arsenal.

Pada pertandingan pertama, Bodo Glimt tampil mengejutkan sebagai underdog dengan mengalahkan Sporting CP 3-0. Hasil ini memberikan kejutan besar bagi publik dan sempat membuat peluang Sporting terancam.

Dominasi Sporting CP di Leg Kedua

Dalam leg kedua, Sporting CP mengubah taktik mereka dengan menerapkan permainan total football secara penuh. Tim Portugal ini menguasai statistik pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 66% berbanding 34% milik Bodo Glimt.

Selain penguasaan bola, Sporting CP juga mencatatkan keunggulan signifikan dalam hal sepak pojok dan percobaan tembakan. Mereka mendapatkan 16 tendangan sudut berbanding 4 dari lawan, serta 38 kali percobaan tembakan dengan 14 yang tepat sasaran.

Pemain kunci seperti Goncalo Inacio, Maxi Araujo, Pedro Goncalves, dan Luis Suarez gencar menekan barisan pertahanan Bodo Glimt. Francisco Trincao tampil impresif dengan memberikan dua assist dan dinobatkan sebagai pemain terbaik berkat kemampuan passing dan pengorganisasian lini tengahnya.

Rekor Sejarah Comeback di Liga Champions

Sporting CP menjadi tim kelima yang berhasil membalikkan defisit tiga gol dari leg pertama di Liga Champions. Mereka juga mencatat sejarah sebagai tim pertama yang melakukan comeback dari defisit tiga gol tanpa mencetak gol dalam 10 menit pertama leg kedua.

Berikut ini daftar tim yang pernah membalikkan defisit tiga gol pada leg pertama Liga Champions:

  1. La Coruna (melawan Milan, menang 4-0 di leg kedua setelah kalah 1-4 pada leg pertama)
  2. Barcelona (melawan PSG, menang 6-0 di leg kedua setelah kalah 0-4 pada leg pertama)
  3. Roma (melawan Barcelona, menang 3-0 di leg kedua setelah kalah 1-4 pada leg pertama)
  4. Liverpool (melawan Barcelona, menang 4-0 di leg kedua setelah kalah 0-3 pada leg pertama)
  5. Sporting CP (melawan Bodo Glimt, menang 5-0 di leg kedua setelah kalah 0-3 pada leg pertama)

Keberhasilan ini menegaskan kemampuan Sporting CP dalam mengatasi tekanan dan memanfaatkan momentum pertandingan. Momentum ini juga menjadi catatan penting dalam sejarah Liga Champions mengenai comeback dramatis yang jarang terjadi.

Berita Terkait

Back to top button