Dua kelompok dari Amerika Serikat sedang menjajaki peluang mengakuisisi klub sepak bola Serie A, Cremonese. Kabar ini dilaporkan oleh media Italia, Il Sole 24 Ore, yang mengungkap adanya dua konsorsium AS yang menunjukkan minat terhadap klub tersebut.
Kelompok pertama adalah sebuah dana yang bergerak di bidang hiburan. Kelompok kedua merupakan konsorsium pengusaha Amerika yang dipimpin oleh Jamie Welch. Welch sebelumnya telah berinvestasi di sepak bola Eropa dengan membeli klub Swiss, Yverdon Sport FC.
Kepemilikan klub oleh grup Arvedi masih belum pasti akan dijual. Seorang juru bicara milik pemilik klub menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada negosiasi resmi yang sedang berlangsung. Namun, minat terhadap klub sendiri sudah diterima oleh pihak manajemen.
Giovanni Arvedi mulai mengelola Cremonese sejak 2007 dan berhasil membawa klub ini kembali ke kompetisi Serie A. Meski demikian, pihak Arvedi belum memberikan kepastian terkait rencana penjualan klub ke investor asing.
Menurut laporan tambahan, platform advisori Tifosy yang dipimpin oleh Fausto Zanetti, seorang Italia, terlibat dalam proses pembicaraan. Tifosy berperan sebagai fasilitator untuk kesepakatan yang mungkin terjadi antara kedua belah pihak.
Berikut adalah poin penting terkait potensi pengambilalihan Cremonese:
1. Dua kelompok AS tertarik membeli Cremonese.
2. Satu kelompok adalah dana hiburan, satu lagi konsorsium pengusaha.
3. Kepemilikan klub masih dipegang oleh grup Arvedi.
4. Tidak ada negosiasi resmi yang sedang dilakukan saat ini.
5. Tifosy bertindak sebagai penasihat dalam potensi transaksi.
Situasi ini menunjukkan dinamika yang berkembang di pasar transfer kepemilikan klub sepak bola Italia. Minat investor asing terhadap klub-klub Serie A semakin meningkat. Cremonese menjadi salah satu target yang menarik karena posisi dan potensinya dalam liga tertinggi Italia.
