
Tekanan Berat Menghantui Chelsea Usai Kekalahan Beruntun di UCL dan Premier League
Chelsea menghadapi tekanan signifikan setelah rentetan kekalahan memalukan di Liga Champions dan Premier League. Dalam 10 hari terakhir, tim asuhan Liam Rosenior menelan kekalahan telak, termasuk dua kekalahan dari PSG yang mengantar mereka keluar dari Liga Champions.
Performa buruk ini tercermin jelas saat Chelsea kalah 3-0 dari Everton. Fans semakin kecewa karena mereka merasa para pemain seakan tidak berjuang untuk pelatih mereka. Sejak awal Februari, Chelsea hanya menang tiga kali dari 12 pertandingan, yakni melawan Wolves, Hull, dan Aston Villa.
Secara keseluruhan, Rosenior sudah memimpin Chelsea di 19 pertandingan dengan catatan 10 kemenangan, dua hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Meski demikian, hasil ini dinilai kurang memuaskan oleh jajaran manajemen klub yang mengharapkan performa lebih baik.
Kekhawatiran terbesar adalah peluang Chelsea gagal lolos ke Liga Champions musim depan. Hal ini berpotensi menyebabkan kerugian finansial sekitar £100 juta, mengingat klub telah mengalami kerugian pre-tax terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris menurut UEFA.
Ketidakpuasan suporter juga tidak hanya ditujukan pada Rosenior. Ada ketidakharmonisan yang nyata antara fans dengan manajemen klub. Banyak yang menilai Chelsea saat ini kehilangan karakter dan semangat juang yang dulu melekat, serta kepercayaan terhadap kepemimpinan pelatih top dunia yang pernah mereka miliki.
Fans mempertanyakan keputusan manajemen baru yang merombak total dengan alasan memperbarui skuad, padahal klub sebelumnya memiliki pelatih kelas dunia seperti Thomas Tuchel dan bahkan pernah juara Liga Champions pada 2021. Mereka juga bingung melihat transfer pemain muda tanpa pengalaman Premier League yang cukup, tanpa penyelesaian masalah penjaga gawang dan bek tengah berpengalaman.
Sejak kepergian Tuchel, kualitas pelatih yang membesut Chelsea menurun jika dibanding dengan legenda seperti Jose Mourinho, Carlo Ancelotti, dan Antonio Conte. Kondisi ini membuat fans semakin gerah, hingga beberapa kelompok pendukung merencanakan aksi protes saat menjamu Manchester United pada pertengahan April. Mereka bahkan akan didukung oleh suporter dari Strasbourg, klub yang satu pemilik dengan Chelsea.
Rosenior kini dihadapkan pada ujian berat untuk memperbaiki performa. Dalam beberapa pekan ke depan, Chelsea akan menghadapi Port Vale di perempat final Piala FA, serta laga penting melawan Manchester City dan Manchester United di Premier League. Hasil pertandingan ini sangat menentukan peluang Chelsea untuk kembali ke Liga Champions.
Dibanding periode yang sama musim lalu, Chelsea saat ini tertinggal lima poin dan dua posisi lebih rendah di klasemen. Waktu memang menipis, tetapi kesempatan untuk bangkit masih ada apabila manajemen dan pemain dapat menunjukkan perbaikan secara signifikan di lapangan.





