Rob Green, mantan kiper Chelsea, mengungkap fakta mengejutkan bahwa ia dan rekan-rekannya tidak menerima bonus sedikit pun saat klub meraih gelar Europa League pada bulan Mei. Meskipun skuad Chelsea sukses mengalahkan Arsenal dengan skor 4-1 di final yang berlangsung di Baku, para pemain tidak mendapatkan insentif finansial sebagai penghargaan atas prestasi tersebut.
Green menjelaskan bahwa saat kemenangan itu terjadi, ia sempat bertanya kepada sekretaris klub mengenai jadwal bonus untuk kemenangan tersebut. Dia mendapatkan jawaban yang mengejutkan, "Itu bukan Piala Eropa, ini kompetisi tingkat kedua." Hal ini mengindikasikan bahwa klub tidak menganggap Europa League sebagai turnamen yang layak mendapatkan bonus.
Status dan Peran Rob Green di Chelsea
Rob Green menjadi anggota skuad Chelsea sebagai kiper ketiga sepanjang musim tersebut. Namun, ia tidak pernah bermain satu menit pun di bawah asuhan Maurizio Sarri karena kalah saing dari Kepa Arrizabalaga dan Willy Caballero. Musim itu sekaligus menjadi musim terakhir dalam karier profesionalnya.
Green mengungkapkan bahwa sikap klub terhadap bonus ini sangat jelas. Saat ditanya mengapa tidak ada bonus, ia mengutip pegawai klub yang mengatakan, “Kami tidak tertarik,” menunjukkan ketidakpedulian terhadap turnamen tersebut dari manajemen.
Detail Kemenangan Chelsea di Europa League
Chelsea menyegel gelar Europa League dengan kemenangan meyakinkan atas Arsenal. Gol-gol dicetak oleh Olivier Giroud, Pedro, dan dua gol dari Eden Hazard. Kemenangan di final ini mempertegas dominasi Chelsea di kompetisi Eropa walau secara internal penghargaan finansial tidak diberikan.
Rangkuman Keterangan Penting
- Chelsea menang 4-1 atas Arsenal di final Europa League.
- Green tidak bermain sama sekali selama musim tersebut.
- Tim tidak mendapatkan bonus untuk gelar Europa League.
- Klub menganggap Europa League sebagai turnamen tingkat kedua.
- Green pensiun setelah musim tersebut.
Pengungkapan oleh Rob Green ini membuka pandangan baru soal kultur internal Chelsea terkait penghargaan finansial pemain. Meskipun meraih prestasi besar, tidak semua pemain menikmati bonus, terutama bagi mereka yang tidak tampil langsung di lapangan. Hal ini juga memberi gambaran bagaimana manajemen klub memandang nilai kompetisi Eropa tingkat kedua dibandingkan Liga Champions atau liga domestik utama.
