Jeremy Doku Menyalakan Sumbu, Garcia Menaruh Harapan Besar Belgia di Piala Dunia

Rudi Garcia menilai Jeremy Doku bisa jadi pembeda besar bagi Belgia di Piala Dunia setelah penampilannya saat menghajar Amerika Serikat dengan skor 5-2 pada laga uji coba di Atlanta. Pelatih Belgia itu menyebut winger Manchester City tersebut sebagai “pemain yang menyalakan sumbu” karena mampu memecah pertahanan lawan lewat akselerasi dan duel satu lawan satu.

Belgia tampil agresif dan efektif meski tidak diperkuat Romelu Lukaku, top skor sepanjang masa mereka yang musim ini baru tampil 64 menit untuk Napoli akibat cedera. Dalam laga itu, Zeno Debast, Amadou Onana, dan Charles De Ketelaere ikut mencetak gol, sementara Dodi Lukebakio menambah dua gol dari bangku cadangan.

Doku jadi pusat ancaman Belgia

Doku bermain dari sisi kiri dan terus merepotkan pertahanan Amerika Serikat sepanjang pertandingan. Ia mencatat 56 sentuhan, terbanyak di antara pemain Belgia, serta membuat tiga peluang yang hanya bisa disamai Kevin De Bruyne di timnya.

Meski tidak mencatat assist, kontribusi Doku tetap terasa kuat dalam alur serangan Belgia. Ia juga membukukan 18 umpan di sepertiga akhir, delapan percobaan dribel, dan 14 duel, dengan tujuh di antaranya dimenangkan.

Garcia menegaskan kualitas Doku tidak hanya terlihat dari statistik, tetapi juga dari dampak langsungnya terhadap struktur pertahanan lawan. “Jeremy adalah pemain yang menyalakan sumbu,” kata Garcia, seraya menjelaskan bahwa Doku bisa menciptakan bahaya dengan melewati lawan dan membuka ruang bagi rekan setimnya.

Garcia cari solusi serangan menjelang turnamen

Belgium terus membangun tim menjelang laga pembuka Grup G melawan Mesir pada 15 Juni, dengan partai uji coba lain melawan Meksiko menanti pada Selasa. Garcia mengatakan dirinya ingin menemukan sebanyak mungkin opsi serangan, terutama karena Lukaku belum tersedia secara penuh.

  1. Menguji kombinasi baru di lini depan.
  2. Memberi menit bermain untuk pemain yang butuh ritme.
  3. Melihat kecocokan antarpemain dalam situasi pertandingan.

Garcia menilai susunan pemain yang ia turunkan bukan komposisi terbaik secara individu, tetapi paling tepat untuk laga tersebut. Ia juga menyebut laga itu penting untuk memberi menit bermain kepada De Bruyne, Maxim De Cuyper, dan Zeno Debast, sementara De Ketelaere baru kembali setelah lama absen.

Pelatih asal Belgia itu menambahkan bahwa ia puas dengan kontribusi pemain pengganti, terutama karena mereka menjaga intensitas sampai akhir. Kemenangan besar atas Amerika Serikat memberi Belgia modal positif saat Garcia terus menyiapkan skenario serangan yang bisa memaksimalkan kecepatan dan kreativitas Doku di turnamen mendatang.

Berita Terkait

Back to top button