Tudor Pergi, Spurs Taruhkan Nasib Liga Primer Dalam Langkah Terakhir

Kepergian Igor Tudor dari Tottenham disebut sebagai langkah yang nyaris tak terhindarkan setelah klub hanya memetik satu poin dari lima laga liga di tangannya. Kini, Spurs mengambil risiko terakhir demi menyelamatkan status mereka di Premier League saat ancaman degradasi makin nyata.

Tudor sebenarnya meninggalkan klub dengan suasana yang baik. Ia disebut disukai di ruang internal klub, dan keputusan berpisah ini juga dipahami sebagai kesepakatan bersama dengan jajaran di atasnya.

Mengapa perpisahan itu dianggap tak terelakkan

Dalam pandangan Sky Sports News, pertanyaan utamanya bukan lagi apakah Tudor akan pergi, melainkan kapan keputusan itu dibuat. Situasi itu semakin masuk akal setelah Spurs kembali tumbang melawan Nottingham Forest, laga yang membuat tekanan terhadap tim melesat tajam.

Tottenham sempat menunjukkan tanda perbaikan saat menahan Liverpool 1-1 di kandang lawan. Mereka juga tampil cukup baik pada leg kedua melawan Atletico Madrid, meski tekanan kala itu tidak sebesar di kompetisi liga.

Masalah Tottenham lebih dalam dari sekadar pelatih

Michael Bridge menilai persoalan Spurs jauh lebih kompleks daripada nama pelatih. Ia menyebut masalah rekrutmen yang tidak berjalan baik, cedera beruntun, serta sanksi disiplin yang ikut merusak stabilitas tim.

Beberapa faktor itu ikut memperparah situasi di lapangan. Kapten utama tim dijatuhi larangan bermain empat laga, sementara kapten pengganti juga menerima kartu merah saat melawan Crystal Palace.

Skenario berbahaya di sisa musim

Tottenham kini harus berpacu dengan waktu karena mereka bisa saja masuk zona degradasi sebelum laga tandang ke Stadium of Light. Pertandingan itu dipandang sangat krusial karena akan menjadi ujian besar bagi pelatih baru yang segera ditunjuk.

Klub disebut akan mengumumkan kepala pelatih baru dalam beberapa hari ke depan. Sosok tersebut diharapkan sudah bekerja saat para pemain kembali dari tugas internasional, agar punya cukup waktu menyiapkan tim sebelum duel penting melawan Sunderland.

Bursa calon pelatih dan kebutuhan mendesak Spurs

Tottenham tidak harus memilih sosok yang punya ikatan emosional dengan klub. Menurut Bridge, yang paling penting justru pelatih dengan pengalaman di Premier League dan paham tuntutan laga-laga sulit di Inggris.

Berikut kebutuhan utama Spurs untuk pengganti Tudor:

  1. Tahu cara mengelola tekanan di papan bawah.
  2. Berpengalaman menghadapi laga tandang berat di Premier League.
  3. Mampu memperbaiki kondisi mental pemain dengan cepat.
  4. Siap bekerja dalam jadwal yang sempit sebelum laga kunci berikutnya.

Tottenham tetap menarik bagi banyak pelatih besar, meski situasinya kini sangat berisiko. Nama seperti Antonio Conte dan Jose Mourinho pernah mengambil pekerjaan itu, sementara Mauricio Pochettino juga pernah menyatakan ingin kembali, dan Roberto De Zerbi disebut tertarik pada kesempatan di musim panas.

Ancaman degradasi yang tidak lagi mustahil

Bridge menegaskan bahwa degradasi bagi Spurs bukan lagi sesuatu yang bisa dibuang jauh-jauh. Ia menilai klub harus memikirkan kepentingannya sendiri karena ancaman turun kasta kini terasa sangat mungkin jika perbaikan tidak datang segera.

Tudor sendiri sebelumnya datang dengan reputasi sebagai pelatih pemadam kebakaran, setelah pernah menangani Juventus dan Lazio. Namun, pendekatan itu tidak segera berhasil di Spurs karena kekalahan dari Crystal Palace dan Fulham sudah membuat awal masa kerjanya terasa berat.

Situasi Tottenham kini menjadi salah satu yang paling sulit di sepak bola Inggris. Dengan tujuh laga tersisa, keputusan soal pelatih baru bisa menentukan apakah Spurs bertahan di Premier League atau justru masuk babak paling gelap dalam sejarah modern klub.

Berita Terkait

Back to top button