
Italia kembali gagal menembus putaran final Piala Dunia setelah kalah 1-4 lewat adu penalti dari Bosnia-Herzegovina dalam laga playoff yang berlangsung tegang di Zenica. Hasil itu membuat Azzurri absen dari ajang terbesar sepak bola dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, setelah duel berakhir 1-1 di waktu normal.
Di saat yang sama, Tottenham Hotspur resmi menunjuk Roberto De Zerbi sebagai pelatih kepala tim putra. Pengumuman itu disampaikan klub pada 31 Maret dan langsung menandai babak baru bagi Spurs menjelang musim berikutnya.
Italia Kembali Tersingkir di Momen Krusial
Italia sebenarnya masih menjaga harapan hingga babak adu penalti, tetapi tekanan berubah berat setelah Alessandro Bastoni mendapat kartu merah di laga yang berlangsung panas. Bosnia-Herzegovina lalu tampil lebih tenang dalam eksekusi penalti dan memastikan tiket lolos dengan kemenangan 4-1.
Kegagalan ini menambah catatan buruk Italia dalam fase kualifikasi Piala Dunia. Untuk tim dengan sejarah panjang dan empat gelar dunia, absennya tiga edisi beruntun menjadi pukulan besar bagi federasi, pelatih, dan suporter.
De Zerbi Ambil Alih Tottenham
Tottenham bergerak cepat dengan mengumumkan Roberto De Zerbi sebagai pelatih kepala baru. Klub menaruh harapan besar kepada pelatih asal Italia itu setelah reputasinya naik lewat pendekatan taktis yang agresif dan permainan berbasis penguasaan bola.
Penunjukan ini juga menarik perhatian karena De Zerbi datang pada saat persaingan Premier League makin ketat. Spurs membutuhkan stabilitas dan identitas permainan yang lebih jelas untuk kembali bersaing di papan atas.
Sorotan Lain dari Laga dan Kualifikasi
- Denmark kalah 1-3 dari Ceko lewat adu penalti setelah imbang 2-2.
- Turki menang 1-0 atas Kosovo dan memastikan tempat ke Piala Dunia.
- Swedia menyingkirkan Polandia dengan kemenangan 3-2 berkat gol menit akhir Viktor Gyokeres.
- Inggris kalah 0-1 dari Jepang dalam laga uji coba, lewat gol Kaoru Mitoma.
Rangkaian hasil itu menunjukkan betapa ketatnya persaingan di sepak bola internasional saat ini. Di tengah malam penuh drama itu, Italia pulang dengan luka lama yang belum sembuh, sementara Tottenham memulai era baru bersama De Zerbi.





