Roberto De Zerbi datang ke Tottenham Hotspur dengan tugas yang sangat jelas, yaitu menyelamatkan klub dari ancaman degradasi dan mengembalikan stabilitas tim. Di tengah situasi itu, nama Manuel Locatelli mulai mengemuka sebagai target yang dinilai cocok untuk proyek jangka panjang sang pelatih asal Italia tersebut.
De Zerbi dikabarkan sudah memikirkan langkah berikutnya bahkan sebelum resmi mulai bekerja penuh di London Utara. Salah satu nama yang disebut masuk daftar incarannya adalah Locatelli, gelandang Juventus dan tim nasional Italia yang dikenal punya kemampuan lengkap di lini tengah.
Fokus utama De Zerbi masih bertahan hidup
Untuk saat ini, prioritas Tottenham tidak berubah, yakni mengamankan poin sebanyak mungkin agar tetap bertahan di Premier League. Kondisi itu membuat gaya bermain khas De Zerbi belum menjadi isu utama, karena hasil akhir jauh lebih penting daripada estetika permainan.
Spurs masih belum meraih kemenangan liga dalam 2026, sehingga tekanan terhadap skuad tetap tinggi. Dengan sisa beberapa laga berat melawan Sunderland, Brighton, Wolves, Aston Villa, Leeds, Chelsea, dan Everton, De Zerbi dituntut segera memberi dampak nyata.
Mengapa Locatelli masuk radar
Laporan media Italia menyebut De Zerbi sudah mengidentifikasi beberapa target transfer sebelum menandatangani kontrak berdurasi lima musim. Locatelli termasuk di dalamnya, dan ketertarikan itu dinilai masuk akal karena profil sang gelandang sesuai dengan kebutuhan Tottenham.
Locatelli berusia 28 tahun dan masih terikat kontrak dengan Juventus hingga 2028. Musim ini, ia tampil sangat konsisten dengan 35 kali menjadi starter dari 37 pertandingan dan mencatat total 2.930 menit bermain, angka yang menegaskan betapa penting perannya di tim.
Kualitas yang membuatnya menonjol
Dalam data performanya, Locatelli bukan hanya rapi saat menguasai bola, tetapi juga aktif membantu fase bertahan. Ia mencatat 2.628 total operan dan 2.323 operan sukses, yang menjadi angka tertinggi di skuad Juventus untuk dua kategori itu.
Ia juga melepaskan 1.046 umpan ke depan, minimal 250 lebih banyak dibanding pemain lain di klubnya musim ini. Selain itu, 318 duel satu lawan satu dan 174 ball recoveries menunjukkan bahwa Locatelli memberi kontribusi besar dalam transisi permainan dan perebutan bola.
Perbandingan dengan Barella dan Modric
Jika dibandingkan dengan nama besar Serie A lain seperti Nicolò Barella dan Luka Modrić, Locatelli tetap terlihat kompetitif. Barella memang punya kualitas tinggi di Inter Milan, tetapi jumlah operannya masih di bawah Locatelli, sementara tingkat keberhasilan duel dan rekor ball recoveries juga tidak jauh lebih unggul.
Modrić tetap impresif meski usianya mendekati 41 tahun pada September, dengan 1.957 operan dan akurasi 90,8 persen bersama AC Milan. Namun, Locatelli unggul dalam intensitas permainan, volume operan, dan kontribusi defensif, yang membuatnya tampak lebih cocok untuk peran sentral dalam tim yang sedang dibangun ulang.
Alasan Locatelli cocok untuk Tottenham
- Ia punya pengalaman di level tinggi bersama Juventus dan Italia.
- Ia kuat dalam distribusi bola, terutama untuk progresi serangan.
- Ia aktif dalam duel dan pemulihan bola.
- Ia bisa memberi keseimbangan antara kreativitas dan kerja tanpa bola.
- Ia sudah terbiasa bermain di bawah tekanan kompetitif besar.
Profil seperti itu sangat dekat dengan kebutuhan Tottenham jika De Zerbi ingin membangun tim yang lebih terstruktur. Gelandang dengan kualitas all-round seperti Locatelli bisa menjadi fondasi penting untuk mempercepat revolusi taktik di London Utara.
Tantangan terbesar: biaya transfer
Pertanyaan berikutnya adalah apakah Tottenham mampu mendanai transfer semacam ini. Pemain top Serie A tidak murah, dan riwayat belanja klub juga menunjukkan bahwa mereka tidak selalu berada di pasar untuk nama-nama paling mahal.
Meski begitu, jika De Zerbi berhasil menyelamatkan Spurs dari situasi sulit, klub mungkin akan merasa perlu memberi dukungan penuh pada proyek barunya. Dalam skenario itu, Locatelli bisa menjadi pembelian yang sangat logis karena ia menawarkan kualitas, konsistensi, dan karakter yang dibutuhkan untuk membangun Tottenham versi De Zerbi.
