
Massimiliano Allegri menegaskan dirinya belum memikirkan kemungkinan menangani timnas Italia dan memilih tetap fokus membawa AC Milan finis di empat besar Serie A. Pelatih berusia 58 tahun itu menyampaikan sikap tersebut saat konferensi pers jelang laga tandang ke Napoli, di tengah ramainya spekulasi setelah Gennaro Gattuso mundur dari kursi pelatih Italia.
Allegri menilai saat ini prioritas utamanya adalah menuntaskan musim bersama Milan dengan hasil terbaik. Ia juga menekankan bahwa target utama Rossoneri adalah kembali ke Liga Champions, sementara pembahasan soal masa depannya bersama Italia belum ada di pikirannya.
Fokus ke Milan, bukan Italia
Spekulasi soal Allegri muncul setelah Italia kembali gagal lolos ke Piala Dunia usai kalah dari Bosnia lewat adu penalti pada playoff. Hasil itu menjadi kegagalan ketiga beruntun bagi Gli Azzurri, sementara ketua federasi FIGC Giuseppe Gravina juga ikut mengundurkan diri.
Dalam situasi itu, nama Allegri ikut menguat sebagai salah satu kandidat potensial. Namun ia memilih meredam kabar tersebut dan menegaskan bahwa dirinya masih berada dalam proyek yang sudah ia mulai di Milan sejak musim lalu.
“Sebagai orang Italia, saya sangat sedih atas kegagalan lolos, tetapi ini harus dilihat sebagai kesempatan untuk berkembang dan memiliki visi strategis untuk 10 tahun ke depan,” kata Allegri.
Ia menambahkan bahwa evaluasi besar soal masa depan sepak bola Italia harus dilakukan oleh pihak-pihak yang berwenang. Menurut dia, pembahasan itu perlu mencakup semua level, dari pembinaan usia muda hingga tim senior.
Target Milan tetap empat besar
Allegri kembali ke bangku pelatih Milan pada musim lalu setelah sebelumnya pernah membawa klub meraih Scudetto. Pada musim pertamanya kembali, Milan berada di posisi kedua klasemen dan masih bersaing ketat di papan atas Serie A.
Berikut posisi penting Milan menjelang akhir musim:
- Milan menempati peringkat kedua klasemen Serie A.
- Mereka tertinggal enam poin dari Inter Milan.
- Milan unggul satu poin atas Napoli.
- Rossoneri punya keunggulan sembilan poin atas Juventus di posisi kelima.
- Masih ada delapan pertandingan tersisa untuk dimainkan.
Allegri menegaskan bahwa tujuan utama timnya tetap mengamankan tiket ke Liga Champions. Ia menyebut dirinya nyaman di Milan dan berharap bisa bertahan lama bersama klub tersebut.
“Saya memulai perjalanan ini tahun lalu bersama Milan, sekarang kami harus fokus mengakhiri musim dengan baik dan mencapai Liga Champions,” ujarnya.
Pernyataan soal masa depan
Saat ditanya apakah ia menutup pintu untuk Italia, Allegri tidak memberi jawaban tegas. Ia justru menyebut bahwa dalam sepak bola, banyak hal bisa berubah dalam waktu singkat.
“Saya belum memikirkannya. Saya baik-baik saja di Milan dan saya berharap tetap di Milan untuk waktu yang lama,” kata Allegri.
Ia juga menyinggung soal kemungkinan kembali merasakan atmosfer Liga Champions jika Milan lolos. Menurut dia, itu akan menjadi tantangan yang menarik setelah beberapa musim absen dari turnamen tersebut.
“Sudah beberapa tahun saya tidak ikut Liga Champions, jadi kalau kami lolos dan saya masih menjadi pelatih Milan, saya harus menyesuaikan diri lagi,” ucapnya.
Allegri lalu menutup penjelasannya dengan nada hati-hati ketika ditanya soal masa depannya. “Hidup itu tidak terduga, Anda tidak pernah tahu apa yang bisa terjadi. Pertama, mari kita coba sampai ke Liga Champions, lalu kita lihat nanti,” katanya.





